, Indonesia
533 views

Bank Mandiri ungkap strategi ‘blue ocean’ nya

Berkat strategi ini, laba bersih Bank Mandiri tumbuh 61,7% YoY di semester I 2022, kata SVP Thomas Wahyudi.

Bagi Bank Mandiri, strategi red ocean atau kompetisi yang berdarah-darah dianggap telah usang. Sekarang mereka sepenuhnya menerapkan strategi blue ocean, membuka diri untuk menjalin kolaborasi dengan sesama pemain industri, mitra, atau bahkan pesaing.

Bank milik pemerintah tersebut menilai disrupsi teknologi, budaya kerja milenial, dan perubahan perilaku konsumen akibat pandemi COVID-19 membuat tema kolaborasi semakin relevan.

“Strategi ‘Leveraging Digital Ecosystem’ merupakan salah satu implementasi strategi integrasi dan kolaborasi yang gencar dilakukan oleh Bank Mandiri,” kata Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri kepada  Asian Banking and Finance.

Upaya kolaborasi

Bank Mandiri sejauh ini telah berkolaborasi dengan 10 mitra di berbagai industri, termasuk culinary, beauty and health, events and attractions, fashion, sports and activities, games and entertainment, serta travel untuk mengembangkan Livin' Sukha, fitur dari Livin’ by Mandiri Super App. Livin' Sukha memungkinkan nasabah memenuhi kebutuhan berbagai transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, hiburan, dan voucher game, tanpa beralih ke aplikasi lain.

Mitra tersebut adalah operator seluler Telkomsel, agen perjalanan online Traveloka, perusahaan penerbangan nasional PT Garuda Indonesia, penyedia layanan kereta api umum PT Kereta Api Indonesia, minimarket ritel Indomaret, situs web top-up untuk game dan hiburan online Codashop, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia Kimia Farma, perawatan dan produk kecantikan Natasha, pusat perbelanjaan kebanggaan Indonesia Sarinah serta klub master golf Golf360.

Bank Mandiri juga aktif menjadi saluran pembayaran utama dalam beberapa event besar, seperti penjualan tiket konser artis asing dan lokal (Westlife Concert dan We The Fest Concert, dll), acara olahraga besar (Mandiri Jogja Marathon, FIBA Asia Cup Indonesia 2022, dll), dan acara seni (Army Smile Art Exhibition).

Bank Mandiri menghadirkan solusi perbankan digital terpercaya seperti layanan cabang dalam genggaman, serta kebutuhan gaya hidup nasabah melalui Super App Livin' by Mandiri. Bank Mandiri menyadari sepenuhnya bahwa mereka harus beradaptasi dengan cepat, memberikan pengalaman nasabah yang sangat baik, terutama menghadapi penetrasi yang cepat dari industri keuangan berbasis IT. "Dan Livin' Sukha merupakan salah satu respon kami terhadap adaptasi tersebut," kata Thomas.

Thomas mengatakan, layanan Bank Mandiri hadir dalam "one-stop solution for all your lifestyle" berdasarkan konsep 3S—Santap, Sehat, Santai. Untuk mewujudkan konsep tersebut, Bank Mandiri secara aktif bersinergi dengan banyak mitra.

“Karena kami ingin Livin' by Mandiri menjadi aplikasi yang mengakomodir seluruh pengalaman perbankan, mulai dari account onboarding, savings, transfer, loan, hingga investasi yang semuanya dilakukan dalam genggaman,” ujar Thomas.

Kolaborasi yang bermanfaat

Menurut Thomas, berkolaborasi dengan para top player di ekosistem perbankan merupakan langkah untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan bagi masing-masing pihak. Namun, Thomas juga menekankan dalam menjalin kolaborasi, visi dan tujuan adalah hal pertama yang perlu diselaraskan. Langkah selanjutnya adalah membangun dan mempertahankan kepercayaan jangka panjang melalui komunikasi dan koordinasi.

“Kolaborasi dengan tujuan yang jelas, fokus, dan eksekusi bersama akan mendorong produktivitas yang merupakan respons positif terhadap tantangan. Produktivitas ini akan menjadi keunggulan kompetitif dalam suatu organisasi bisnis, termasuk di Bank Mandiri dan efektivitas kolaborasi akan menentukan tingkat produktivitas,” kata Thomas.

“Perluasan pasar, quick time to market, campaign dan program promo yang targeted, strong image recognition,  merupakan beberapa contoh keuntungan dari kolaborasi.”

Selain itu, pertumbuhan kinerja perseroan melalui akselerasi atas kolaborasi yang telah dilakukan antara lain tercermin dari perolehan laba bersih Bank Mandiri di semester I 2022 yang mencapai IDR 20,2 triliun atau tumbuh 61,7% secara year on year (YoY). Pencapaian ini juga ditunjang oleh fungsi intermediasi perseroan yang baik, dimana posisi kredit secara konsolidasi tumbuh sebesar 12,22% yoy menjadi IDR 1.138,31 triliun pada paruh pertama 2022.

Transaksi digital di Bank Mandiri periode 2022 secara bulanan bergerak stabil dengan pertumbuhan sekitar 30% hingga 50%. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama yang telah dilakukan Bank Mandiri dengan terus meningkatkan layanan dan kinerja transaksi digital, seperti Super Apps Livin' by Mandiri, ATM, EDC, Mandiri Internet Bisnis, QRIS, eCommerce, dan Mandiri eMoney sebagai Uang Elektronik.

Kolaborasi yang dilakukan Bank Mandiri dengan mitranya bersifat mutual benefit. “Artinya, kami tidak hanya memberi keuntungan bagi konsumen dengan kemudahan yang mereka terima, kalangan merchant juga mendapat keuntungan pada data base Bank Mandiri yang besar yaitu sedikitnya 13 juta customer,” kata Thomas.

Follow the link for more news on

Platform Buy Now Pay Later berisiko kehilangan kepercayaan ketika mengabaikan Kode Etik SFA

Di bawah Kode Etik, platform Buy Now Pay Later perlu menunjukkan kepada nasabah 'Trustmark' mereka.

DBS Hong Kong menawarkan kombo pinjaman instan dan kartu kredit two-in-one

Nasabah hanya perlu memindai HKID mereka untuk mendapatkan uang tunai dan kartu digital dalam satu aplikasi.

Analis: Bank Danamon Indonesia diperkirakan akan mencapai keuntungan $245 juta pada 2023

Sinergi dengan perusahaan induk MUFG akan membantu pertumbuhan pinjaman korporasi dan UKM.

Peraturan Buy Now, Pay Later memperkuat pencegahan utang dan literasi keuangan di Asia Pasifik

Filipina, Vietnam, dan Indonesia adalah negara yang lebih rentan terhadap risiko produk kredit, menurut laporan Euromonitor International.

Mengapa model perbankan universal tidak lagi berkelanjutan

Perubahan sikap nasabah dan berkurangnya hambatan untuk masuk telah mengubah cara peruntungan bank.

KASIKORNBANK membeli saham pengendali di Bank Maspion seharga $186,5 juta

Sekarang  perusahaan  memiliki 67,5% dari bank asal Indonesia tersebut.

Bagi fintech Prancis, Asia adalah tanah untuk peluang dan pembelajaran

Dibandingkan dengan Eropa, fintech di Asia telah mencapai keseimbangan dengan bank, kata Deputy CEO Bpifrance Arnaud Caudoux.

Bagaimana GCash menyudutkan ekonomi 'sachet' Filipina

Aplikasi ini memiliki lebih dari 66 juta pengguna di negara berpenduduk lebih dari 111 juta.

Mengapa platform hybrid adalah jawaban atas kesulitan yang dialami penasihat digital bank

Nasabah mencari confidence dan clarity dari penasihat keuangan.