753 views
Ravin Rau via Unsplash.

Bank Pembangunan Malaysia diminta menutup kesenjangan pembiayaan bagi UMKM

Sektor produktif membutuhkan lebih banyak modal untuk mendorong perekonomian yang melambat.

Bank-bank pembangunan di Malaysia diminta memperbesar penyaluran kredit kepada usaha kecil dan menengah (UMKM) di tengah perang dagang global yang berisiko mengancam pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan upah.

Pinjaman ini dinilai sangat penting karena bank-bank swasta cenderung lebih berhati-hati di masa “gejolak ekonomi,” kata Mohd Prasad Hanif, Sekretaris Jenderal Association of Development Finance Institutions Malaysia (ADFIM).

“Kebanyakan entitas komersial swasta akan enggan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ini,” ujarnya pada Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit Malaysia 2025 di Kuala Lumpur. “Segmen yang lebih berisiko ini tetap harus mengembalikan pembiayaan.”

S&P Global Ratings memangkas proyeksi pertumbuhan Malaysia sebesar 40 basis poin menjadi 4,5%, dengan alasan melemahnya prospek perdagangan global dan kenaikan tarif AS atas semikonduktor. Pertumbuhan ekonomi Malaysia melambat menjadi 4,4% pada kuartal pertama dari 5% pada kuartal sebelumnya.

Bank pembangunan memiliki mandat untuk menyalurkan kredit ke UMKM dan sektor produktif seperti pertanian serta eksportir. Mereka diharapkan dapat membantu menutup kesenjangan pembiayaan UMKM yang mencapai lebih dari US$21,5 miliar di Malaysia, berdasarkan data SME Finance Forum tahun 2024. Lembaga keuangan ini meningkatkan penyaluran kredit ke sektor sasaran sebesar 5,8% pada paruh kedua tahun lalu dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif timbal balik besar-besaran kepada mitra dagangnya, termasuk tarif 125% terhadap Tiongkok. Malaysia sempat menghadapi tarif timbal balik sebesar 24% sebelum Trump menunda pemberlakuannya selama 90 hari pada pertengahan April.

Malaysian Institute of Defense and Security memperkirakan tarif AS dapat menurunkan pertumbuhan ekspor Malaysia sebesar 1,3 hingga 5,8 poin persentase.

Hanif menegaskan tantangan utama bagi bank pembangunan adalah menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah, sekaligus tetap menghasilkan keuntungan dengan bunga yang setara atau lebih rendah dari bank swasta.

Sebagai contoh, MIDF Malaysia—salah satu dari selusin bank pembangunan di negara itu—berhasil menjaga rasio kredit bermasalah di bawah 1%, sembari menyalurkan pinjaman ke sektor manufaktur dengan bunga hanya 2%, ungkap Hanif.

Ia juga menekankan perlunya pemerintah memangkas birokrasi dalam proses persetujuan kredit, serta memberi keleluasaan lebih besar kepada bank pembangunan yang saat ini dikelola bank sentral.

“[Pemerintah] harus memungkinkan lembaga keuangan pembangunan mengambil keputusan dengan cepat—setidaknya secepat sektor komersial swasta—agar mereka bisa beradaptasi di masa penuh gejolak ini,” katanya.

Jika tidak, bank-bank pembangunan tidak akan mampu menjalankan mandatnya, yaitu menyediakan layanan keuangan khusus yang krusial bagi tujuan pembangunan sosial-ekonomi negara, tambahnya.

Indonesian banks' strong profits hide widening lending gap

Terdapat pula jurang antara pertumbuhan pinjaman bank yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan bunga yang rendah.

BTN perluas bisnis melampaui KPR ke ranah perbankan ritel

Wealth management menjadi bagian kunci dari transformasi ini.

Maybank Indonesia beralih ke strategi kredit yang lebih selektif

Bank yang tercatat di bursa ini ingin memastikan pertumbuhan tetap disiplin dan tangguh.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.