, Philippines
1027 views
Mr. Carlo Nazareno, senior vice president and head of cash management services at BDO Unibank, speaking at the ABF IA Manila Forum 2024.

BDO: Kios, pendekatan hibrida kunci untuk inklusi keuangan

BDO telah memperkenalkan kios swalayan dan mesin universal untuk menarik nasabah yang belum memiliki akses perbankan.

Perbankan hibrida seharusnya tidak hanya mencakup penyediaan saluran fisik dan digital, tetapi juga layanan itu sendiri, di mana nasabah dapat memulai transaksi di cabang dan menyelesaikannya secara digital jika diinginkan, kata kepala manajemen kas bank terbesar di Filipina.

"Seorang nasabah seharusnya dapat membawa transaksi apa pun dari perjalanan fisik ke perjalanan digital, dan sebaliknya," kata Carlo Nazareno, wakil presiden senior sekaligus kepala layanan manajemen kas di BDO Unibank, kepada peserta Asian Banking & Finance and Insurance Forum 2024 yang diadakan di Makati Shangri-La, Metro Manila, pada 1 Oktober 2024.

Dalam sesi pembicaraannya yang membahas inklusi keuangan di Filipina, Nazareno menekankan pentingnya pendekatan hibrida ini, terutama di Filipina, di mana sekitar 1 dari 2 orang dewasa masih belum memiliki rekening bank.

Diperkirakan 43 juta orang dewasa kini memiliki akses perbankan, mencakup 56% dari populasi orang dewasa, menurut data dari Bangko Sentral ng Pilipinas. Meskipun ini merupakan peningkatan dibandingkan 19% individu yang memiliki rekening bank pada 2019, angka tersebut masih lebih rendah dari rata-rata global sebesar 76% yang dicatat oleh Bank Dunia.

Selain model hibrida, Carlo Nazareno menyoroti perlunya mentransformasi cabang bank dari fasad kaca dan batu yang terkesan dingin menjadi bentuk yang lebih “terjangkau” seperti kios atau mesin serta memastikan ada staf yang siap membantu calon nasabah.

“Kami melihat banyak orang, terutama di daerah, merasa takut untuk masuk ke cabang bank. Mereka bilang, “pakaian kami tidak sesuai.’ Mereka merasa tidak akan dilayani dengan baik,” kata Nazareno, ketika ditanya tentang hambatan menuju inklusi keuangan.

Sebagai contoh, BDO telah memperkenalkan kios swalayan, di mana nasabah dapat membuka rekening bank secara mandiri.

BDO juga menghadirkan mesin universal, yang merupakan ATM yang lebih canggih. Mesin ini tidak hanya memungkinkan penarikan dan penyetoran uang, tetapi juga memberi opsi kepada pengguna antara lain untuk membayar tagihan atau mentransfer dana antar rekening.

Meski begitu, kehadiran staf untuk memberikan bantuan personal kepada nasabah tetap krusial, kata Nazareno kepada Asian Banking & Finance dalam wawancara terpisah.

“Jika ada seseorang di cabang yang membantu dan meyakinkan, ‘jangan khawatir, kami di sini. Kami bisa membantu Anda belajar dan mengenalkan semua kios digital ini,’ hal itu akan membantu nasabah berkembang, dan semoga membuat mereka membuka rekening serta mulai bertransaksi dengan bank,” katanya.

Nazareno juga menyatakan bahwa bank perlu memikirkan cara mengedukasi masyarakat dalam menggunakan layanan digital dengan pendekatan yang berbeda. Di Filipina, misalnya, banyak pemilik usaha yang sangat tradisional dan terbiasa mengelola keuangan bisnis mereka secara manual, sehingga sulit beralih menggunakan alat digital.

“Mereka membayar gaji dalam amplop, pergi ke cabang setiap hari untuk mengambil uang tunai, atau membayar pemasok dengan cek. Bagi mereka, sangat sulit untuk beralih ke digital, terutama jika mereka pernah menjadi korban penipuan,” jelas Nazareno.

Solusinya adalah mengenalkan saluran digital secara bertahap.

“Misalnya, mulailah dengan mendapatkan laporan rekening secara online. Jadi, alih-alih pergi ke cabang setiap kali untuk mencetak buku tabungan, mereka bisa mendapatkannya secara elektronik. Kemudian kami memperkenalkan kemampuan menulis cek secara digital,” kata Nazareno, menjelaskan bahwa ini memungkinkan nasabah untuk mengotorisasi cek secara digital, yang kemudian akan dicetak untuk mereka.

“Kami tidak akan pernah memaksa siapa pun untuk beralih ke digital, karena itu bukan selalu keinginan klien kami,” katanya.

“Manajemen kas juga harus memastikan kami mencakup semua kebutuhan, tergantung pada kematangan digital klien dalam perjalanan mereka,” tutupnya.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.