, Philippines
942 views
Photo from GCash.

GCash akan mempermudah pengecekan pembayaran untuk UKM

Platform fintech terbesar di Filipina ini menargetkan sektor ritel.

GCash for Business baru saja meluncurkan SoundPay, sebuah perangkat yang memberikan notifikasi suara kepada merchant saat pembayaran diterima, sehingga memastikan operasional yang lebih lancar bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

"Saat ini, yang biasanya dilakukan orang adalah mereka harus mengambil ponsel untuk memeriksa apakah pembayaran sudah masuk," kata Jong Layug, head of GCash for Business, dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance. "Dalam beberapa kasus, jika nasabah berada jauh dari kasir, staf harus bolak-balik untuk memverifikasi pembayaran, lalu kembali lagi ke mereka untuk memberikan struk."

Menurut platform fintech terbesar di Filipina itu, proses ini mengganggu layanan dan memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melayani lebih banyak nasabah.

Layug mengatakan bahwa SoundPay mengatasi masalah ini dengan meningkatkan efisiensi operasional. “Di beberapa negara lain, sistem serupa telah mengintegrasikan kemampuan pembayaran berbasis suara ke dalam QR code, yang sebelumnya hanya dicetak di atas karton.”

GCash mengatakan bahwa SoundPay membantu mengurangi waktu antrean, dan para pengguna awal melaporkan peningkatan kecepatan layanan pada nasabah setelah mengintegrasikan perangkat ini.

“Sulit untuk mengukur penghematan waktu secara pasti, tetapi berdasarkan masukan dari para merchant, mereka menyukai perangkat ini dan semakin banyak yang memintanya,” kata Layug. “Meski sulit untuk dikalkulasikan, manfaatnya jelas terasa.”

GCash for Business tengah memperluas penggunaan SoundPay ke sektor layanan, termasuk industri makanan dan ritel. “Target utama kami adalah UKM, tetapi jika kami bisa menjangkau magtataho (penjual tahu sutra keliling), di mana dia bisa mengenakan perangkat ini seperti lanyard dan menjadikannya portabel, dia tidak perlu lagi membawa ponsel,” kata Layug.

Selain UKM, GCash juga bekerja sama dengan perusahaan besar, termasuk perusahaan minyak seperti Caltex, SeaOil, dan Unioil, untuk memperluas penggunaan SoundPay.

UKM dapat mendaftar untuk mendapatkan SoundPay melalui GCash for Business atau perwakilan di lokasi tanpa biaya tambahan. Perangkat ini disediakan gratis, meskipun Layug menyebutkan bahwa perusahaan mungkin akan mengenakan biaya di masa depan tergantung pada perkembangan teknologi.

Meskipun SoundPay dirancang agar mudah digunakan, Layug mengakui bahwa meningkatkan kesadaran dan mengedukasi UKM tentang cara menggunakannya masih menjadi tantangan. GCash for Business telah mengirimkan tim ke berbagai acara yang berfokus pada UKM untuk mendemonstrasikan cara kerja SoundPay serta paket layanan bisnis lainnya.

Ada  kendala infrastruktur dan finansial pula yang dapat memperlambat adopsi. Menurut Bank Dunia, hampir 50% desa di Filipina tidak memiliki layanan telekomunikasi swasta, sehingga akses data seluler menjadi terbatas.

Meskipun GCash memiliki sekitar 96 juta pengguna terdaftar, masih ada banyak penduduk dari total 116 juta jiwa di Filipina yang belum memiliki akses ke dompet digital atau layanan perbankan.

Layug juga mencatat bahwa beberapa merchant mengalami kesulitan memenuhi persyaratan untuk memperoleh paket layanan GCash for Business. 

Oleh karena itu, GCash bekerja sama dengan regulator untuk menyederhanakan persyaratan bagi UKM. Perusahaan telah bermitra dengan sekitar dua lusin pemerintah daerah untuk memberikan UKM dalam sesi pelatihan.

“Ketika melakukan hal ini, yang dibutuhkan merchant bukan hanya perangkat SoundPay. Bagi mereka, menerima pembayaran hanyalah satu bagian kecil dari proses bisnis mereka secara keseluruhan,” kata Layug.

Karena itu, GCash for Business juga berfokus pada pelatihan keterampilan bisnis dasar, seperti akuntansi, kepatuhan hukum, manajemen rantai pasok, dan pemasaran. Mereka bermitra dengan platform seperti Canva dan TikTok Shop untuk membantu merchant memasarkan produk mereka secara lebih efektif.

Selain itu, GCash for Business menargetkan bisnis informal yang belum terdaftar. “Tujuan kami selalu menjangkau semua orang,” kata  Layug. “Kami ingin membantu mempercepat pertumbuhan bisnis masyarakat Filipina, dan cara utama untuk melakukannya adalah dengan membantu mereka mendigitalisasi bisnis mereka.”

Follow the link s for more news on

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.