, Philippines
992 views
Photo from GCash.

GCash akan mempermudah pengecekan pembayaran untuk UKM

Platform fintech terbesar di Filipina ini menargetkan sektor ritel.

GCash for Business baru saja meluncurkan SoundPay, sebuah perangkat yang memberikan notifikasi suara kepada merchant saat pembayaran diterima, sehingga memastikan operasional yang lebih lancar bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

"Saat ini, yang biasanya dilakukan orang adalah mereka harus mengambil ponsel untuk memeriksa apakah pembayaran sudah masuk," kata Jong Layug, head of GCash for Business, dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance. "Dalam beberapa kasus, jika nasabah berada jauh dari kasir, staf harus bolak-balik untuk memverifikasi pembayaran, lalu kembali lagi ke mereka untuk memberikan struk."

Menurut platform fintech terbesar di Filipina itu, proses ini mengganggu layanan dan memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melayani lebih banyak nasabah.

Layug mengatakan bahwa SoundPay mengatasi masalah ini dengan meningkatkan efisiensi operasional. “Di beberapa negara lain, sistem serupa telah mengintegrasikan kemampuan pembayaran berbasis suara ke dalam QR code, yang sebelumnya hanya dicetak di atas karton.”

GCash mengatakan bahwa SoundPay membantu mengurangi waktu antrean, dan para pengguna awal melaporkan peningkatan kecepatan layanan pada nasabah setelah mengintegrasikan perangkat ini.

“Sulit untuk mengukur penghematan waktu secara pasti, tetapi berdasarkan masukan dari para merchant, mereka menyukai perangkat ini dan semakin banyak yang memintanya,” kata Layug. “Meski sulit untuk dikalkulasikan, manfaatnya jelas terasa.”

GCash for Business tengah memperluas penggunaan SoundPay ke sektor layanan, termasuk industri makanan dan ritel. “Target utama kami adalah UKM, tetapi jika kami bisa menjangkau magtataho (penjual tahu sutra keliling), di mana dia bisa mengenakan perangkat ini seperti lanyard dan menjadikannya portabel, dia tidak perlu lagi membawa ponsel,” kata Layug.

Selain UKM, GCash juga bekerja sama dengan perusahaan besar, termasuk perusahaan minyak seperti Caltex, SeaOil, dan Unioil, untuk memperluas penggunaan SoundPay.

UKM dapat mendaftar untuk mendapatkan SoundPay melalui GCash for Business atau perwakilan di lokasi tanpa biaya tambahan. Perangkat ini disediakan gratis, meskipun Layug menyebutkan bahwa perusahaan mungkin akan mengenakan biaya di masa depan tergantung pada perkembangan teknologi.

Meskipun SoundPay dirancang agar mudah digunakan, Layug mengakui bahwa meningkatkan kesadaran dan mengedukasi UKM tentang cara menggunakannya masih menjadi tantangan. GCash for Business telah mengirimkan tim ke berbagai acara yang berfokus pada UKM untuk mendemonstrasikan cara kerja SoundPay serta paket layanan bisnis lainnya.

Ada  kendala infrastruktur dan finansial pula yang dapat memperlambat adopsi. Menurut Bank Dunia, hampir 50% desa di Filipina tidak memiliki layanan telekomunikasi swasta, sehingga akses data seluler menjadi terbatas.

Meskipun GCash memiliki sekitar 96 juta pengguna terdaftar, masih ada banyak penduduk dari total 116 juta jiwa di Filipina yang belum memiliki akses ke dompet digital atau layanan perbankan.

Layug juga mencatat bahwa beberapa merchant mengalami kesulitan memenuhi persyaratan untuk memperoleh paket layanan GCash for Business. 

Oleh karena itu, GCash bekerja sama dengan regulator untuk menyederhanakan persyaratan bagi UKM. Perusahaan telah bermitra dengan sekitar dua lusin pemerintah daerah untuk memberikan UKM dalam sesi pelatihan.

“Ketika melakukan hal ini, yang dibutuhkan merchant bukan hanya perangkat SoundPay. Bagi mereka, menerima pembayaran hanyalah satu bagian kecil dari proses bisnis mereka secara keseluruhan,” kata Layug.

Karena itu, GCash for Business juga berfokus pada pelatihan keterampilan bisnis dasar, seperti akuntansi, kepatuhan hukum, manajemen rantai pasok, dan pemasaran. Mereka bermitra dengan platform seperti Canva dan TikTok Shop untuk membantu merchant memasarkan produk mereka secara lebih efektif.

Selain itu, GCash for Business menargetkan bisnis informal yang belum terdaftar. “Tujuan kami selalu menjangkau semua orang,” kata  Layug. “Kami ingin membantu mempercepat pertumbuhan bisnis masyarakat Filipina, dan cara utama untuk melakukannya adalah dengan membantu mereka mendigitalisasi bisnis mereka.”

Follow the link s for more news on

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.

Dompet digital dan AI agentic dorong percepatan pembayaran

Fokusnya tertuju pada sistem agentic yang dapat bertindak atas nama pengguna.

Kinerja laba perbankan Indonesia yang solid menutupi pelebaran kesenjangan kredit

Terdapat pula jurang antara pertumbuhan pinjaman bank yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan bunga yang rendah.

BTN perluas bisnis melampaui KPR ke ranah perbankan ritel

Wealth management menjadi bagian kunci dari transformasi ini.

Maybank Indonesia beralih ke strategi kredit yang lebih selektif

Bank yang tercatat di bursa ini ingin memastikan pertumbuhan tetap disiplin dan tangguh.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.