, Philippines
996 views
Photo from GCash.

GCash akan mempermudah pengecekan pembayaran untuk UKM

Platform fintech terbesar di Filipina ini menargetkan sektor ritel.

GCash for Business baru saja meluncurkan SoundPay, sebuah perangkat yang memberikan notifikasi suara kepada merchant saat pembayaran diterima, sehingga memastikan operasional yang lebih lancar bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

"Saat ini, yang biasanya dilakukan orang adalah mereka harus mengambil ponsel untuk memeriksa apakah pembayaran sudah masuk," kata Jong Layug, head of GCash for Business, dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance. "Dalam beberapa kasus, jika nasabah berada jauh dari kasir, staf harus bolak-balik untuk memverifikasi pembayaran, lalu kembali lagi ke mereka untuk memberikan struk."

Menurut platform fintech terbesar di Filipina itu, proses ini mengganggu layanan dan memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melayani lebih banyak nasabah.

Layug mengatakan bahwa SoundPay mengatasi masalah ini dengan meningkatkan efisiensi operasional. “Di beberapa negara lain, sistem serupa telah mengintegrasikan kemampuan pembayaran berbasis suara ke dalam QR code, yang sebelumnya hanya dicetak di atas karton.”

GCash mengatakan bahwa SoundPay membantu mengurangi waktu antrean, dan para pengguna awal melaporkan peningkatan kecepatan layanan pada nasabah setelah mengintegrasikan perangkat ini.

“Sulit untuk mengukur penghematan waktu secara pasti, tetapi berdasarkan masukan dari para merchant, mereka menyukai perangkat ini dan semakin banyak yang memintanya,” kata Layug. “Meski sulit untuk dikalkulasikan, manfaatnya jelas terasa.”

GCash for Business tengah memperluas penggunaan SoundPay ke sektor layanan, termasuk industri makanan dan ritel. “Target utama kami adalah UKM, tetapi jika kami bisa menjangkau magtataho (penjual tahu sutra keliling), di mana dia bisa mengenakan perangkat ini seperti lanyard dan menjadikannya portabel, dia tidak perlu lagi membawa ponsel,” kata Layug.

Selain UKM, GCash juga bekerja sama dengan perusahaan besar, termasuk perusahaan minyak seperti Caltex, SeaOil, dan Unioil, untuk memperluas penggunaan SoundPay.

UKM dapat mendaftar untuk mendapatkan SoundPay melalui GCash for Business atau perwakilan di lokasi tanpa biaya tambahan. Perangkat ini disediakan gratis, meskipun Layug menyebutkan bahwa perusahaan mungkin akan mengenakan biaya di masa depan tergantung pada perkembangan teknologi.

Meskipun SoundPay dirancang agar mudah digunakan, Layug mengakui bahwa meningkatkan kesadaran dan mengedukasi UKM tentang cara menggunakannya masih menjadi tantangan. GCash for Business telah mengirimkan tim ke berbagai acara yang berfokus pada UKM untuk mendemonstrasikan cara kerja SoundPay serta paket layanan bisnis lainnya.

Ada  kendala infrastruktur dan finansial pula yang dapat memperlambat adopsi. Menurut Bank Dunia, hampir 50% desa di Filipina tidak memiliki layanan telekomunikasi swasta, sehingga akses data seluler menjadi terbatas.

Meskipun GCash memiliki sekitar 96 juta pengguna terdaftar, masih ada banyak penduduk dari total 116 juta jiwa di Filipina yang belum memiliki akses ke dompet digital atau layanan perbankan.

Layug juga mencatat bahwa beberapa merchant mengalami kesulitan memenuhi persyaratan untuk memperoleh paket layanan GCash for Business. 

Oleh karena itu, GCash bekerja sama dengan regulator untuk menyederhanakan persyaratan bagi UKM. Perusahaan telah bermitra dengan sekitar dua lusin pemerintah daerah untuk memberikan UKM dalam sesi pelatihan.

“Ketika melakukan hal ini, yang dibutuhkan merchant bukan hanya perangkat SoundPay. Bagi mereka, menerima pembayaran hanyalah satu bagian kecil dari proses bisnis mereka secara keseluruhan,” kata Layug.

Karena itu, GCash for Business juga berfokus pada pelatihan keterampilan bisnis dasar, seperti akuntansi, kepatuhan hukum, manajemen rantai pasok, dan pemasaran. Mereka bermitra dengan platform seperti Canva dan TikTok Shop untuk membantu merchant memasarkan produk mereka secara lebih efektif.

Selain itu, GCash for Business menargetkan bisnis informal yang belum terdaftar. “Tujuan kami selalu menjangkau semua orang,” kata  Layug. “Kami ingin membantu mempercepat pertumbuhan bisnis masyarakat Filipina, dan cara utama untuk melakukannya adalah dengan membantu mereka mendigitalisasi bisnis mereka.”

Follow the link s for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.