, Philippines
2331 views
Mr. Coco Mauricio. Photo courtesy of JuanHand.

JuanHand mendorong layanan embedded lending lewat kolaborasi dengan e-commerce

Aplikasi pinjaman ini hanya memerlukan KTP, smartphone, dan koneksi internet.

Enam tahun setelah diluncurkan, fintech WeFund Lending Corp., pengelola aplikasi JuanHandkini menjadi penyedia layanan pinjaman yang tertanam dalam operasional Lazada dan TikTok Shop di Filipina, dua platform e-commerce terbesar di negara tersebut.

JuanHand menjadi mesin di balik Lazada FastCash, layanan pinjaman yang terintegrasi dalam platform bagi pembeli yang kekurangan dana, serta TikTok PayLater, layanan buy now, pay later milik TikTok Shop. Perusahaan ini mengklaim menyediakan pinjaman instan kepada warga Filipina yang memiliki smartphone, “terlepas dari riwayat kredit mereka.”

Platform pinjaman online ini kini memiliki dua juta peminjam aktif, sementara 16 juta orang telah mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan keuangannya. CEO WeFund, Francisco “Coco” Mauricio, mengatakan mereka memproses hingga 100.000 transaksi setiap hari, dengan 90% pengguna memilih untuk kembali menggunakan layanan mereka.

“Kami baru menyentuh permukaan pasar,” katanya kepada Asian Banking & Finance melalui wawancara via Zoom. “Kami baru menjangkau 5% dari ukuran pasar yang belum terlayani ini.”

Seorang nasabah dapat meminjam hingga ₱50.000 dengan jangka waktu pelunasan hingga sembilan bulan.

Berbeda dengan bank tradisional, JuanHand hanya memerlukan KTP, smartphone, dan koneksi internet, kata Mauricio. Proses pinjaman dapat diselesaikan secepat 45 detik untuk “memberikan riwayat kredit kepada mereka yang belum memiliki riwayat kredit.”

“Sebelum fintech online berkembang, jika Anda butuh uang dan pinjaman Anda ditolak bank, ke mana Anda akan pergi?” tanyanya. “Ke keluarga, teman, atau rentenir.”

Mauricio menjelaskan masyarakat Filipina yang membutuhkan dana tunai sering kali menjadi korban suku bunga predator. Salah satu praktik pinjaman informal yang populer adalah “lima-enam,” di mana peminjam harus mengembalikan ₱1.200 untuk setiap ₱1.000 yang dipinjam atau setara dengan bunga 20%.

JuanHand mengklaim tidak seperti rentenir yang mengenakan bunga 20% per minggu atau setiap hari gajian, mereka mematuhi batas suku bunga yang ditetapkan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina.

“Itu setara dengan bunga minimum 40% hingga 80% per bulan,” kata Mauricio tentang praktik rentenir. JuanHand mengenakan bunga sebesar 0,49% per hari atau 15% per bulan.

“Melalui teknologi, kami bisa memberikan pilihan yang tepat bukan hanya membantu mereka menghindari bunga yang mencekik, tetapi juga menghindarkan mereka dari intimidasi,” kata Mauricio.

Fokus pada masyarakat luas tercermin dari nama JuanHand itu sendiri, lanjut Mauricio "Juan" berasal dari Juan Dela Cruz, nama yang sering digunakan untuk menggambarkan rakyat biasa Filipina, mirip seperti “John Doe” dalam bahasa Inggris, dan “Hand” yang berarti helping hand.

Mauricio menyebutkan 30% dari para peminjam mereka menggunakan dana pinjaman untuk keperluan bisnis seperti e-commerce dan penjualan online.

Di luar layanan pinjaman, JuanHand juga mengoperasikan aplikasi literasi keuangan bernama Wealth Advice for Growth and Inclusion yang menyajikan informasi seputar pengelolaan anggaran dasar dan investasi saham untuk masyarakat umum.

 

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.