, Singapore
1270 views

Langkah kecil Green Link Digital Bank, lompatan besar bagi UMKM Singapura

Ukuran tidak menjadi masalah bagi digital wholesale bank terbaru Singapura.

Bahkan riak terkecil pun dapat berubah menjadi gelombang terbesar di lautan–dan pola pikir serupa mendorong Green Link Digital Bank (GLDB), bank wholesale digital terbaru di Singapura yang baru diluncurkan Juni lalu.

“Kami mengadopsi prinsip Cina '为善小、行无止境' (Jadilah baik. Jadilah rajin. Bersikaplah gigih.) sebagai prinsip perusahaan kami, yang diterjemahkan ke komitmen pantang menyerah bank untuk setiap klien, tidak peduli ukurannya, tindakan terkecil pun dapat memiliki implikasi besar bagi ekosistem yang lebih luas,” Goh Soon Hong, executive director dan CEO GLDB, mengatakan kepada Asian Banking & Finance dalam sebuah wawancara. “Ini adalah landasan nilai-nilai perusahaan kami,” tambahnya.

Nama Green Link Digital Bank menggabungkan nama dua pemegang sahamnya, Greenland Group dan Linklogis. Ini adalah salah satu dari empat pemenang lisensi bank digital dari 29 entitas yang bersaing untuk mendapatkan lisensi dari Monetary Authority of Singapore (MAS), merebut satu dari dua lisensi untuk bank digital wholesale di kota tersebut.

Goh, seorang veteran perbankan dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidangnya, mengatakan mereka bertujuan untuk melayani usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara tersebut dengan menggabungkan pengalaman perusahaan induk mereka dalam melayani UMKM di Cina dengan fintech milik Linklogis.

Hal ini digaungkan saat perusahaan mengumumkan peluncuran perdananya, dimana Song Qun, founder, chairman, dan CEO Linklogis serta wakil ketua GLDB, berbagi tujuan mereka untuk membawa teknologi keuangan yang mutakhir dan pengalaman dalam melayani UMKM di kota Singa tersebut.

“Kami akan terus mengeksplorasi penerapan teknologi canggih seperti AI, blockchain, cloud computing, dan big data (ABCD) dalam rantai pasokan keuangan, memasukkan faktor environment, social and governance (ESG) ke dalam pengembangan produk dan strategi pertumbuhan kami, dan menciptakan tolok ukur industri perbankan digital, berkontribusi pada pasar Singapura, dan mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Song.

Goh mengatakan mereka memiliki “pandangan positif” bagi neobank untuk berkembang di Singapura, lebih lanjut dia mencatat bahwa pasar lain di kawasan ASEAN, terutama Malaysia, Indonesia, dan Thailand, sekarang juga memberikan lisensi bank digital.

Sebelum menjabat sebagai CEO GLDB, Goh menjabat sebagai Head of Sales & Distribution dan Country Head of Medium Enterprise in SME Banking untuk Bank DBS. Dengan peran sebelumnya tersebut, Goh mengembangkan portofolio mikro dan menengah UKM bank dan memperoleh wawasan luas tentang masalah sehari-hari yang dialami UKM  di Singapura.

Sekarang Goh menghadapi pekerjaan terbesarnya: memimpin bank digital pertama di Singapura.

 Asian Banking & Finance berbincang singkat dengan Goh untuk mempelajari lebih lanjut tentang GLDB.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri perbankan Singapura termasuk yang paling matang di kawasan ini. Apa yang membuat perusahaan induk GLDB memutuskan untuk mengajukan lisensi dan meluncurkan bank digital di pasar ini?

Grup konsorsium memiliki pengalaman dalam membantu UMKM di Cina dalam memenuhi kebutuhan keuangan mereka, dan telah memiliki kehadiran yang mapan di Asia Tenggara. Kami ingin membawa pengalaman ini ke Singapura. Grup ini sangat menghargai posisi Singapura sebagai pusat perdagangan dan fintech untuk melayani kawasan ASEAN.

Apa pendapat Anda tentang menjadi salah satu bank digital pertama di kota ini?

Menjadi salah satu bank digital pertama menandakan bahwa kami dapat memulai pekerjaan kami dan mendukung UMKM yang kurang terlayani. Harapan kami dengan dimulainya ini, kami dapat menjadi mitra terpercaya bagi UMKM. Kami akan tumbuh bersama mereka, melayani mereka dengan solusi digital, menghubungkan mereka dengan mitra di seluruh Asia, dan memungkinkan mereka mendapatkan keberlanjutan rantai pasokan.

Peluang pasar apa yang dihadirkan Singapura untuk bank digital?

Singapura adalah salah satu pusat keuangan dan perdagangan terkemuka di dunia, memiliki penetrasi digital yang tinggi, dan stabil secara politik. Ini memungkinkan kami untuk menangkap arus transaksi dan mempromosikan arus perdagangan [di seluruh wilayah].

Solusi apa yang Anda akan tawarkan?

Kami menawarkan uang tunai dan pembayaran, pinjaman, serta pembiayaan rantai pasokan. Pembiayaan rantai pasokan adalah serangkaian solusi pendanaan yang membantu bisnis untuk mengoptimalkan modal kerja mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperpanjang persyaratan kredit kepada pembeli sembari memungkinkan pemasok untuk dibayar lebih awal.

Bagaimana rencana GLDB untuk bersaing dengan pemberi pinjaman tradisional di Singapura? Menurut Anda apa yang menjadi daya tarik bank?

Keunggulan kompetitif kami terletak pada produk pembiayaan rantai pasokan khusus yang akan melakukan leverage pemasok platform perbankan inti kelas satu dalam proses konstruksi TI, dan memanfaatkan sepenuhnya teknologi inti ABCD+ ( AI, blockchain, cloud computing, big data), untuk memastikan keamanan yang tinggi, skalabilitas yang kuat, dan efisiensi yang tinggi.

Kami juga akan membantu nasabah untuk menembus pasar negara berkembang di Asia Tenggara dan memfasilitasi aktivitas perdagangan dalam koridor perdagangan Singapura-Cina.

 

Follow the links for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.