, Singapore
174 views

Lembaga keuangan Singapura mewaspadai risiko yang timbul dari Rusia

Lembaga keuangan lokal (LK) dilaporkan mengambil tindakan yang tepat untuk mengelola risiko, kata MAS.

Industri keuangan Singapura mewaspadai setiap risiko yang timbul atas sanksi yang dikenakan kepada Rusia karena invasinya ke Ukraina.

Monetary Authority of Singapore (MAS), regulator keuangan lokal, mengatakan bahwa lembaga keuangan lokal menyadari adanya risiko yang meningkat, dan kemudian mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola risiko hukum, reputasi, dan operasional yang timbul dari sanksi yang dikenakan dari berbagai yurisdiksi.

“MAS telah mengirimkan surat edaran ke semua LK di Singapura, mengingatkan mereka untuk mengelola risiko apa pun yang terkait dengan situasi di Ukraina dan sanksi yang dijatuhkan oleh yurisdiksi utama,” kata juru bicara MAS kepada Asian Banking & Finance.

“LK juga harus terus waspada terhadap transaksi atau aliran dana yang mencurigakan, dan meningkatkan uji tuntas kepada pelanggan dalam situasi berisiko tinggi,” tambah juru bicara itu.

Menurut komentar terpisah dari Moody's dan Natixis, LK dan emiten Asia umumnya tidak terlalu terbuka dengan Rusia atau Ukraina, meskipun demikian, bank lokal di Singapura mengambil langkah-langkah untuk mengekang risiko yang mungkin timbul dari koneksi ke pasar yang terpengaruh.

United Overseas Bank (UOB), salah satu bank terbesar di Singapura, mengatakan kepada Asian Banking & Finance bahwa mereka tidak memiliki eksposur langsung ke bank-bank Rusia, tetapi telah memberi tahu klien tentang kemungkinan eksposur risiko.

“Kami sebelumnya telah menyarankan beberapa klien kami untuk mengelola risiko atas adanya arus perdagangan yang terpengaruh oleh sanksi potensial,” kata UOB dalam korespondensi email.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya, UOB menyatakan bahwa mereka akan mematuhi setiap sanksi yang diberikan oleh Singapura atau entitas terkait dalam yurisdiksi tempat bank beroperasi.

Follow the links for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.