, Indonesia
954 views

Mengapa LINE Bank memilih Indonesia sebagai rumah ketiganya

Setelah sukses diluncurkan di Thailand dan Taiwan, LINE semakin percaya diri di Indonesia.

Indonesia tidak melakukan pendekatan yang sama dengan rekan-rekannya di Asia Tenggara dalam hal perbankan digital: tidak ada lisensi bank digital baru yang dibuat, tidak ada seleksi dan penutupan. Sebaliknya, Indonesia merilis pedoman perbankan digital pada pertengahan 2021 yang memungkinkan bank digital dibangun dari awal, melalui kemitraan dan akuisisi, atau melalui reorganisasi pemain saat ini untuk menjadi neobank.

Di antara pemain terbaru yang bersemangat memasuki pasar adalah LINE Bank oleh KEB Bank. Bank ini lahir dari kolaborasi antara LINE Financial Asia – afiliasi Jepang dan perusahaan Korea Selatan LINE Corporation – dan PT Bank KEB Hana Indonesia, anak perusahaan Hana Bank Korea Selatan. LINE Bank telah mengakuisisi 20% saham di KEB Hana Bank Indonesia di 2018.

Hanya dalam satu tahun, neobank telah menetapkan dasar yang kuat untuk operasionalnya di Indonesia, dengan 350.000 pelanggan per Maret 2022 di 19.000 pulau ada di dalam negara itu, Jihyun Kim, lead biz team LINE Bank Indonesia di LINE Financial Plus, kepada Asian Banking & Finance.

“Teknologi digital canggih LINE dan pengalaman perbankan ritel Bank KEB Hana akan menjadi masa depan industri perbankan, menunjukkan model keuangan baru yang dimulai di Indonesia,” kata Kim.

Indonesia adalah pasar ketiga tempat LINE Bank beroperasi. Bank digital  ini sudah aktif di Thailand, di mana LINE Bank  memiliki 3,4 juta pengguna per Oktober 2021; dan di Taiwan, di mana baru-baru ini mereka merayakan ulang tahun satu tahun dan membanggakan basis pelanggan 1,4 juta. Mereka juga berencana masuk ke Jepang.

Asian Banking & Finance berbicara dengan Kim untuk mempelajari lebih lanjut tentang usaha mereka di Indonesia dan pandangan LINE Bank untuk masa depan mobile banking di negara ini.

Mengapa LINE Bank memilih untuk meluncurkan layanannya di Indonesia?

LINE Bank oleh Hana Bank menargetkan pasar keuangan Indonesia dengan menyediakan layanan perbankan digital yang nyaman, yang menggabungkan keahlian teknologi dari perusahaan platform seluler terkemuka di Asia, yaiu LINE dengan akumulasi pengetahuan keuangan Hana Bank.

Khusus di Indonesia, karena karakteristik geografis pasar yang unik, kami percaya menghadirkan layanan perbankan ke telepon seluler masyarakat akan sangat meningkatkan kenyamanan pengguna.

Ceritakan lebih banyak tentang kemitraan dengan Bank KEB Hana.

Teknologi digital canggih LINE dan pengalaman perbankan ritel Bank KEB Hana akan menjadi masa depan industri perbankan, menunjukkan model keuangan baru yang dimulai di Indonesia.

Masalah apa pada nasabah perbankan Indonesia yang ingin diatasi oleh LINE Bank Indonesia?

Indonesia adalah negara yang luas dengan lebih dari 18.000 pulau, banyak di antaranya tidak menyediakan layanan perbankan. Oleh karena itu, sulit bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan layanan perbankan, dan beban biaya layanan juga menjadi hambatan masuk bagi nasabah baru. Selain itu, masyarakat perlu mengunjungi cabang untuk mendapatkan layanan pinjaman.

LINE Bank by Hana Bank menyediakan pembukaan rekening yang cepat dan nyaman melalui ponsel. Kami menawarkan transfer dan penarikan tanpa biaya, deposito berjangka, dan penarikan tunai tanpa kartu. LINE Bank oleh Hana Bank bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan meluncurkan layanan pinjaman seluler (orang dapat menyelesaikan aplikasi, verifikasi, dan pencairan dalam hitungan menit tanpa harus pergi ke bank atau menyerahkan dokumen).

Menurut Anda, apa “daya tarik” LINE Bank Indonesia?

Kami memiliki ekosistem LINE yang didukung oleh komunitas LINE yang kuat. Kehadiran LINE Bank oleh Hana Bank yang baru ini tentunya akan memperkuat ekosistem kami dan menawarkan layanan tanpa batas kepada pengguna kami. Itulah keunikan yang kami yakini tidak ditawarkan oleh bank digital lainnya.

Produk dan layanan apa yang ditawarkan saat ini?

Kami menawarkan layanan berikut: rekening tabungan, [dan] dengan eKYC (Electronic Know Your Customer), nasabah dapat dengan mudah membuka rekening tabungan tanpa harus pergi ke cabang bank. Setiap akun menawarkan transfer dan penarikan tanpa biaya, serta tanpa biaya admin bulanan. Nasabah dapat menerima notifikasi deposit/penarikan otomatis melalui LINE messenger. Selain itu, penarikan tunai tanpa kartu dari ATM Bank Hana juga tersedia.

LINE Bank [juga] menawarkan deposito berjangka mulai dari 1 juta rupiah (sekitar US$70), dan pengecekan return secara real-time. Melalui berbagai promosi, nasabah juga dapat menerima hadiah cashback khusus. Nasabah dapat [juga] membayar tagihan telepon, internet, dan listrik menggunakan aplikasi LINE Bank.

Bisakah Anda berbagi dengan kami sekilas tentang layanan apa yang Anda rencanakan untuk ditawarkan di masa depan? Apa yang bisa diharapkan pelanggan?

Pada Maret 2022, LINE Bank by Hana Bank meluncurkan layanan pinjaman kepada nasabah dengan rekening penerima yang ada dan berencana memperluas layanan pinjaman ke semua nasabah pada paruh kedua tahun ini. Mengikuti LINE Bank di Thailand dan Taiwan, LINE Bank di Indonesia berencana memperluas bisnisnya dengan berfokus pada layanan pinjaman melalui peningkatan bisnis keuangan.

Bagaimana pandangan Anda terhadap bank digital di Indonesia?

Permintaan untuk transformasi digital di industri perbankan berkembang pesat di seluruh dunia. Khusus di Indonesia, karena karakteristik geografis pasar yang unik, kami percaya bahwa menghadirkan layanan perbankan ke telepon seluler masyarakat akan sangat meningkatkan kenyamanan mereka.

Menurut Anda, seperti apa sistem perbankan Indonesia ke depan?

Kita telah melihat disrupsi di setiap bagian kehidupan kita—dalam cara kita hidup dan bekerja—termasuk cara kita membayar barang, menabung, mentransfer uang, dan mendapatkan pinjaman. LINE bertekad untuk terus mengembangkan layanan keuangan digital bagi pelanggan di Indonesia dengan menciptakan ekosistem keuangan cerdas yang dapat digunakan oleh semua orang.

 

 

Follow the links for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.