, Singapore
231 views
/Bru-nO from Pixabay

Para ahli memperingatkan pembatasan peraturan pada operasi neobank dapat menghambat pertumbuhan

Meskipun ada pertanyaan yang timbul dari kenaikan batas simpanan di neobank baru-baru ini, namun bank-bank lama tidak terpengaruh.

Sektor perbankan Singapura baru-baru ini mengalami penyesuaian batas simpanan untuk bank-bank startup digital, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perubahan ini akan berdampak pada profitabilitas dan dinamika pasar dalam industri ini.

“Apakah hal ini akan berdampak pada bank-bank lama? Secara informal, jumlah ini hanya sebesar setetes air di lautan jika dibandingkan dengan basis deposit mereka. Dari sudut pandang angka saja, saya tidak akan mengatakan hal ini memiliki dampak yang besar,” kata Justin Tan, partner dan head of financial services practice di Arthur D. Little, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Asian Banking and Finance.

“Saya pikir apa yang akan terlihat adalah ketika potensi kenaikan batas atas bank digital penuh atai digital fully bank (DFB), ya, itu adalah masalah besar bagi mereka. Jadi, mereka kemudian dapat mengembangkan model bisnisnya,” lanjut Tan.

Fitch Ratings telah mengkaji perkembangan ini dan menyatakan bahwa meskipun hal ini mungkin mempunyai beberapa implikasi terhadap bank-bank digital yang sedang berkembang, hal ini tidak akan secara signifikan mengurangi profitabilitas bank-bank dominan yang sudah ada di negara ini.

“Ukuran simpanan bank digital yang kecil dibandingkan dengan tiga bank lokal terbesar menunjukkan implikasi jangka pendek terhadap persaingan dan margin bunga bersih (NIM) tidak akan signifikan,” kata Fitch Ratings dalam sebuah laporan.

Lanskap perbankan Singapura sebagian besar dibentuk oleh tiga bank lokal besar: DBS Group Holdings, Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC), dan United Overseas Bank (UOB), yang secara kolektif memegang 65% saham dari seluruh simpanan dolar Singapura.

Sebaliknya, bank digital, GXS Bank dan MariBank, beroperasi dalam batas simpanan terbatas sebesar S$100 juta. Kedua neobank tersebut memegang izin perbankan yang dikeluarkan oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS).

Pertengahan 2023, GXS dan MariBank – dua pemegang lisensi bank digital penuh – menaikkan batas rekening tabungan individual mereka menjadi S$75.000, yang menunjukkan bahwa batas simpanan agregat sebesar S$50 juta untuk setiap bank digital mungkin telah dicabut oleh regulator.

Meskipun bank-bank digital mungkin mengalami peningkatan substansial dalam simpanan mereka, seperti yang diamati oleh Trust Bank, Fitch yakin hal ini tidak akan berdampak signifikan terhadap dinamika persaingan dalam beberapa tahun ke depan. Batasan rekening tabungan yang lebih tinggi sejalan dengan batas asuransi simpanan yang ada di Singapura, sehingga menawarkan perlindungan kepada deposan.

Namun, Fitch menunjukkan bahwa bank digital mungkin menghadapi tantangan selain pendanaan.

“Hal ini termasuk mencapai skala yang memadai untuk mencapai profitabilitas, mendapatkan akses ke nasabah bankable dan peluang perolehan aset, dan mengembangkan serangkaian produk dengan harga kompetitif setelah penyesuaian risiko kredit yang relevan,” tambah Fitch.

Di sisi lain, bank sentral tetap menyimpan kriteria peraturan ini tetapi belum mengumumkannya secara publik. “MAS telah lama merencanakan untuk menaikkan dan akhirnya menghapus batasan tersebut karena bank-bank memenuhi kriteria peraturan tertentu, dan kedua bank tersebut telah mendorong agar batasan tersebut dinaikkan dalam beberapa minggu terakhir,” kata Fitch.

Perbedaan besar dalam jumlah simpanan antara kedua kategori ini menggarisbawahi kesenjangan besar yang ada di sektor perbankan Singapura.

Di neo

Bank sentral Singapura pada awalnya memberlakukan batasan sebesar S$50 juta pada basis simpanan ritel untuk lisensi DFB selama dua tahun pertama beroperasi. Selama periode perkembangan, batas agregat DFB diperkirakan akan terus meningkat.

Namun, simpanan grosir tidak termasuk dalam batas simpanan agregat jika DFB yang dibatasi memiliki modal disetor minimum sebesar S$100 juta.

Meskipun dimaksudkan untuk memastikan pendekatan yang hati-hati dan mencegah potensi kecelakaan, batasan ini terbukti menghambat pertumbuhan DFB. Dalam beberapa kasus, bank-bank ini mencapai batas maksimalnya pada bulan-bulan awal beroperasi.

Oleh karena itu, bank-bank digital secara aktif melobi peningkatan batas tersebut.

Bagi bank-bank lama, peningkatan batas simpanan untuk bank digital mungkin tampak seperti gangguan kecil. Bank-bank dominan mempunyai simpanan melebihi S$500 miliar, jauh melampaui batasan yang dimiliki pendatang baru di dunia digital.

Di luar batasan peraturan, bank digital menghadapi tantangan berat dalam membangun kepercayaan, yang merupakan aset penting dalam industri perbankan. Bank-bank lama memiliki kehadiran yang nyata dan rekam jejak yang baik, sehingga memudahkan nasabah untuk memercayai mereka.

“Di luar batasan peraturan yang telah kami sebutkan, menurut saya bank digital masih perlu mengatasi kelemahan relatif dalam hal kepercayaan. Dibandingkan dengan bank-bank lama, mereka adalah brand terkenal  di mana Anda bisa melihatnya, Anda bisa merasakannya,” kata Tan. “Bagi bank digital, selain paham digital, basis nasabah mereka juga skeptis dan hal ini harus mereka lalui.”

Untuk mengatasi kendala ini dan memperluas basis nasabahnya, bank digital harus fokus pada produk dan layanan yang inovatif. Dengan memulai dengan produk khusus dan secara bertahap meningkatkan penawarannya, bank digital dapat memperoleh kepercayaan dan penerimaan dari basis nasabah yang lebih luas, sehingga menyiapkan landasan untuk pertumbuhan di masa depan.

Melihat ke depan

Ke depan, dampak pembatasan deposit terhadap bank digital bergantung pada regulasi. Awalnya, batas deposit berfungsi sebagai perlindungan, menciptakan lingkungan terkendali untuk proses pengujian dan keterlibatan nasabah.

Namun, jika tujuannya adalah untuk memelihara industri perbankan digital yang berkembang, batasan ini harus berkembang seiring dengan pertumbuhan sektor ini.

Dalam skenario terburuk, beberapa bank digital mungkin terpaksa keluar dari bisnis karena ketidakmampuan mencapai skala yang diperlukan untuk menutupi biaya operasional mereka.

Alternatifnya, bank-bank lama mungkin mengakuisisi bank-bank digital yang sedang kesulitan dalam hal teknologi dan basis nasabah, sehingga semakin mengkonsolidasikan dominasi mereka.

“Jika batasan ini tidak dilonggarkan, dalam jangka panjang, maka bank digital akan tetap menjadi bank yang fokus pada segmen tertentu dan terspesialisasi. Dalam pandangan saya, pembatasan berperan pada fase awal ketika meluncurkan bank dan hampir seperti lingkungan sandbox karena ada proses menguji mereka, keterlibatan nasabah, dan memastikan tidak ada yang salah. Jadi ini adalah lingkungan laboratorium yang bagus.” kata Tan.

Bagaimana HomePay memerangi penipuan renovasi di Singapura

Uang ditempatkan dalam rekening escrow dan disalurkan saat pencapaian tahap-tahap tertentu.

Chairman UBC Nirvana Chaudhary bertujuan mendapatkan posisi lima besar di sektor perbankan Sri Lanka

Dia berpendapat kolaborasi adalah kunci untuk mendorong Union Bank of Colombo ke puncak.

Moody’s: Kualitas pinjaman Bank Mandiri meningkat secara moderat pada 2023

Bagian dari pinjaman bermasalah "sedikit lebih rendah" dibandingkan dengan 2022.

Bank Tabungan Negara (BTN) bertekad meningkatkan pinjaman kepemilikan rumah syariah

Hingga November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun.

Matthew Driver dari Mastercard tentang bagaimana AI dapat meningkatkan program loyalitas dan kepatuhan regulasi

Organisasi harus menyadari bahwa tidak semua hal bersifat hitam putih dan harus menyesuaikan diri.

Cabang SMBC di Indonesia mulai menawarkan produk deposit ESG

BTPN akan mengalokasikan deposit ini untuk pembiayaan di bidang ESG.

Survei: Pinjaman baru di Indonesia diperkirakan akan melambat pada kuartal pertama

Tingkat saldo bersih tertimbang (WNB) berada pada 96,1% pada kuartal keempat 2023, tetapi diperkirakan hanya akan mencapai 44,6% pada kuartal pertama.

Bank-bank Indonesia memberikan pinjaman baru lebih banyak di Desember

Ini berkat meningkatnya permintaan baik dari korporasi maupun rumah tangga.

Analis: Penjualan aset Bank Tabungan Negara mendorong hal positif bagi bank

Bank tersebut berencana untuk melepas $262 juta pinjaman macet pada 2024.

Aplikasi BRImo milik BRI kini memiliki 30,4 juta pengguna

Jumlah pengguna naik dibandingkan dengan 2,9 juta pengguna pada 2019.