, Indonesia
119 views

Bank Permata di Indonesia menunjuk presiden direktur baru

Rusli telah bekerja untuk lembaga internasional, termasuk Goldman Sachs dan Accenture.

Bangkok Bank telah menunjuk Meliza Rusli sebagai presiden direktur anak perusahaan mereka, yaitu PermataBank.

Rusli bertugas membantu mewujudkan cita-cita Bank Permata untuk menjadi bank deposit dan wealth franchise terkemuka di Indonesia, serta memperkuat kerjasama antara Bank Permata dan Bangkok Bank.

Dalam pengumuman penunjukan tersebut, Rusli mengaku merasa terhormat diberi kesempatan untuk memimpin Bank Permata.

“Kami akan fokus melayani pelanggan dan mitra dalam ekosistem kami dengan membantu mereka mencapai pertumbuhan berkelanjutan saat ekonomi mulai pulih di pasca pandemi. Kami juga akan fokus membantu perusahaan-perusahaan Indonesia mencari peluang pertumbuhan di dalam maupun luar ASEAN yang didukung oleh pengetahuan, koneksi, sejarah panjang Bangkok Bank di Indonesia, dan jaringan internasional yang kuat,” kata Rusli.

Ia menggantikan Chalit Tayjasananant, yang kini akan kembali menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Bank Permata, dengan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rusli pernah menjabat sebagai pemimpin senior di perusahaan keuangan global, termasuk Goldman Sachs dan Accenture, serta kepala strategi digital grup di PT Astra International Tbk dan presiden direktur Astra Pay.

Follow the link for more news on

Platform Buy Now Pay Later berisiko kehilangan kepercayaan ketika mengabaikan Kode Etik SFA

Di bawah Kode Etik, platform Buy Now Pay Later perlu menunjukkan kepada nasabah 'Trustmark' mereka.

DBS Hong Kong menawarkan kombo pinjaman instan dan kartu kredit two-in-one

Nasabah hanya perlu memindai HKID mereka untuk mendapatkan uang tunai dan kartu digital dalam satu aplikasi.

Analis: Bank Danamon Indonesia diperkirakan akan mencapai keuntungan $245 juta pada 2023

Sinergi dengan perusahaan induk MUFG akan membantu pertumbuhan pinjaman korporasi dan UKM.

Peraturan Buy Now, Pay Later memperkuat pencegahan utang dan literasi keuangan di Asia Pasifik

Filipina, Vietnam, dan Indonesia adalah negara yang lebih rentan terhadap risiko produk kredit, menurut laporan Euromonitor International.

Mengapa model perbankan universal tidak lagi berkelanjutan

Perubahan sikap nasabah dan berkurangnya hambatan untuk masuk telah mengubah cara peruntungan bank.

KASIKORNBANK membeli saham pengendali di Bank Maspion seharga $186,5 juta

Sekarang  perusahaan  memiliki 67,5% dari bank asal Indonesia tersebut.

Bagi fintech Prancis, Asia adalah tanah untuk peluang dan pembelajaran

Dibandingkan dengan Eropa, fintech di Asia telah mencapai keseimbangan dengan bank, kata Deputy CEO Bpifrance Arnaud Caudoux.

Bagaimana GCash menyudutkan ekonomi 'sachet' Filipina

Aplikasi ini memiliki lebih dari 66 juta pengguna di negara berpenduduk lebih dari 111 juta.

Mengapa platform hybrid adalah jawaban atas kesulitan yang dialami penasihat digital bank

Nasabah mencari confidence dan clarity dari penasihat keuangan.