, Indonesia

Bank Raya menawarkan dana talangan instan untuk pencairan pinjaman kecil yang lebih cepat

Peminjam dapat mengakses pinjaman hingga US$1.700.

Bank Raya kini menawarkan dana talangan instan kepada agen BRILink secara nasional.

Layanan baru ini memungkinkan agen BRILink untuk langsung mengakses hingga US$1.700 (Rp25 juta) dan menawarkan peminjam beberapa periode pembayaran 5, 15, dan 30 hari.

Sebelumnya, agen BRILink hanya bisa mengakses modal dalam jumlah kecil untuk mengeluarkan pinjaman, dengan masa tunggu hingga dua minggu untuk persetujuan.

Layanan pencairan dana instan ini merupakan bagian dari tujuan Bank Raya untuk meningkatkan penyaluran pinjaman kecil melalui agen BRILink menjadi $526 juta (Rp7,7 triliun) pada akhir 2022, kata CEO Bank Raya Kaspar Situmorang dalam pengumuman pers.

“Saat ini ada sekitar 600.000 agen BRILink di seluruh Indonesia. Tetapi untuk memenuhi syarat untuk fasilitas pinjaman bailout Pinang Paylater khusus ini, agen harus memiliki apa yang kita sebut tingkat senioritas 'Juara' atau 'Skipper'. Jadi untuk saat ini kurang lebih ada 50.000 agen,” kata Situmorang.

Follow the link for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.