, Indonesia
393 views
Lim Chu Chong (Photo courtesy of DBS)

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

DBS telah menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur PT Bank DBS Indonesia mulai Agustus, dengan persetujuan regulator.

Saat ini Lim adalah chief operating officer (COO) dari Institutional Banking Group (IBG). Dalam posisi  barunya, dia akan menjadi bagian dari Komite Manajemen Grup DBS.

Lim  memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di perbankan institusional, UKM dan konsumer. Lim sebelumnya menjabat sebagai komisaris DBS Indonesia sebelum menjadi COO IBG.

ALSO READ: DBS opens net zero building DBS Newton Green

Antara 2016 dan 2019, ia adalah Kepala DBS IBG Cina. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Regional Head  SME Banking.

Lim menggantikan Paulus Sutisna, yang menjabat sebagai presiden direktur DBS Indonesia sejak 2015. Menurut DBS, Sutisna adalah kunci untuk memperluas waralaba Indonesia dan mengubahnya menjadi pemain digital terkemuka. Sutisna secara khusus mengawasi integrasi bisnis konsumer dan kekayaan ANZ Indonesia dengan DBS pada 2018, dan peluncuran digibank Indonesia pada 2017.

 Sutisna akan diangkat sebagai Komisaris Non-Independen DBS Indonesia, kata DBS melalui pengumuman pers.

 

Follow the link for more news on

Indonesian banks' strong profits hide widening lending gap

Terdapat pula jurang antara pertumbuhan pinjaman bank yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan bunga yang rendah.

BTN perluas bisnis melampaui KPR ke ranah perbankan ritel

Wealth management menjadi bagian kunci dari transformasi ini.

Maybank Indonesia beralih ke strategi kredit yang lebih selektif

Bank yang tercatat di bursa ini ingin memastikan pertumbuhan tetap disiplin dan tangguh.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.