, Philippines
1219 views
Melchor T. Plabasan, senior director for technology risk at the Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP). Photo by Emilia Claudio.

Bank Sentral Filipina menyiapkan regulasi AI untuk sektor perbankan

AI tidak boleh mengurangi tanggung jawab bank dalam menjaga privasi data.

Bank Sentral Filipina berencana mengatur penggunaan AI di sektor perbankan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan yang etis dan peningkatan akurasi teknologi tersebut.

Regulasi yang akan diterbitkan akhir tahun ini ditujukan untuk mengisi 10% hingga 20% area yang masih “belum tersentuh” oleh aturan yang selama ini berlaku namun belum secara spesifik mengatur AI, kata Melchor T. Plabasan, Direktur Senior untuk Risiko Teknologi di Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP).

Aturan tersebut akan mencakup aspek penggunaan AI secara etis, pengelolaan bias, dan peningkatan akurasi AI, di antara hal-hal lainnya, katanya dalam acara Asian Banking & Finance–Insurance Asia Summit 2025 di Manila pada Maret.

“Regulasi ini muncul dari hasil analisis kesenjangan yang kami lakukan,” kata Plabasan kepada Asian Banking & Finance di sela-sela acara tersebut. “[AI] tidak boleh mengurangi tanggung jawab lembaga keuangan dalam menjaga privasi dan kerahasiaan data yang mereka kelola. AI hanyalah alat.”

Plabasan mengatakan dalam forum perbankan Filipina siap bergabung dalam revolusi AI dan membekali diri dengan alat manajemen risiko yang tepat.

Ia menyebut setidaknya ada tiga lembaga yang telah menerbitkan aturan terkait AI. Departemen Perdagangan telah mengeluarkan peta jalan strategi nasional AI, sementara Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi bersama Komisi Layanan Sipil telah menerbitkan nota bersama mengenai penggunaan AI yang etis dan dapat dipercaya di lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, menurut Plabasan, sejumlah regulasi yang sudah ada seperti Intellectual Property Code, Data Privacy Act of 2012 dan Financial Products and Services Consumer Protection Act juga mencakup berbagai aspek penggunaan AI.

Ia menyatakan bahwa bank sentral berharap pemanfaatan AI dapat mendorong aktivitas pemberian kredit, khususnya oleh bank-bank digital.

“Mereka agak lambat dalam hal penyaluran kredit,” ujarnya. “Saya ingin melihat kedewasaan AI dalam konteks penilaian kredit (credit scoring), karena hal itu dapat membantu meningkatkan jumlah dana yang bisa disalurkan oleh bank digital, yang pada akhirnya juga dapat mendorong profitabilitas.”

Plabasan juga menambahkan BSP berencana menerbitkan makalah kebijakan (whitepaper) mengenai penggunaan AI.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.