, Malaysia
1363 views
Photo by Steve Johnson via Unsplash.

Bagaimana CIMB menggunakan otomasi untuk meningkatkan produktivitas karyawan

CIMB mengotomatisasi 10 proses pada 2023, yang setara dengan penghematan 17.000 jam kerja.

Menghapus tugas-tugas repetitif dari pekerjaan staf bank dapat membuat waktu penyelesaian menjadi 90% lebih cepat dan otomasi proses robotik (RPA) dapat mewujudkan hal ini.

"Banyak tugas repetitif yang kami lakukan yang menghabiskan banyak waktu kami. Dan RPA dirancang untuk mengotomatisasi tugas-tugas ini dan menyelesaikannya dengan cara yang lebih cepat dan lebih akurat, sehingga meningkatkan efisiensi," kata Khairul Rifaie, Chief Financial Officer (CFO) Grup CIMB, kepada peserta forum Asian Banking & Finance di Kuala Lumpur.

RPA sangat efektif dalam mengisi tugas-tugas "repetitif" ini karena dirancang untuk mengeksekusi proses bisnis berbasis aturan, meniru atau menyalin proses manusia atau tugas manual. Ini membebaskan manusia untuk melakukan pekerjaan yang bernilai tambah.

Rifaie menyebutkan bahwa RPA membantu meningkatkan produktivitas staf sebesar 35% hingga 50%.

“Ini dapat mengurangi hingga 90% waktu penyelesaian dan juga mengurangi penanganan pekerjaan itu sendiri hampir 40%,” kata Rifaie.

RPA juga meningkatkan responsivitas, terutama dalam mengurangi keterlambatan panjang yang terkait dengan tugas manual dan merespons nasabah.

“Dalam proses manual, ada risiko kesalahan yang signifikan yang muncul dari proses manual tersebut. Dengan robot yang diprogram untuk melakukan tugas tertentu, prosesnya menjadi sangat tepat dan secara signifikan mengurangi kesalahan, memberikan kenyamanan dan jaminan yang substansial dalam kualitas pengiriman kami,” kata Rifaie.

“Proses manual juga menyebabkan banyak alur kerja yang rumit dan sangat sulit untuk dilacak. Sementara itu, dengan mengadopsi RPA, prosesnya akan jauh lebih terstruktur, lebih mudah dilacak, dan lebih sederhana,” tambahnya.

CIMB, untuk bagiannya, telah memigrasikan hampir 23 proses dalam bank untuk menggunakan RPA antara 2018 dan 2022.

“Tahun lalu kami memiliki proyek khusus tentang RPA SLE 1.0 di mana kami mengotomatisasi 10 proses baru yang mengarah pada penghematan atau penghindaran waktu sekitar 17.000 jam kerja,” kata Rifaie.

Untuk 2024, CIMB berencana untuk memigrasikan 20 proses baru. Bank memperkirakan bahwa akan menghemat 13.000 jam kerja ketika diimplementasikan.

Tahun depan, Rifaie mengatakan bahwa CIMB bertujuan untuk mengotomatisasi 32 proses.

 

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.