628 views
Photo courtesy of OCBC Hong Kong.

OCBC targetkan pembiayaan US$2,7 miliar untuk wirausaha

Sejak 2017, OCBC Group telah menyalurkan lebih dari US$1,17 miliar pinjaman kepada lebih dari 1.800 pengusaha.

OCBC Hong Kong telah meluncurkan divisi khusus untuk menyalurkan lebih dari US$2,7 miliar (S$3,5 miliar) pembiayaan kepada wirausahawan berseri atau pengusaha multi-bisnis pada periode 2025 hingga 2028.

Wirausahawan berseri adalah mereka yang menjalankan beberapa perusahaan, dengan tujuan mengembangkannya dan kemudian menjualnya. Di Singapura, satu dari tiga bisnis baru didirikan oleh orang yang sudah mengelola perusahaan lain, kata Ruby Yiu, Head of Emerging Business di OCBC Hong Kong.

“Kami melihat tren yang sama di Hong Kong,” ujarnya kepada Asian Banking & Finance. “Kami fokus pada wirausahawan berseri karena mereka adalah segmen besar yang tumbuh sangat cepat.”

Banyak wirausahawan di Hong Kong membangun usaha baru di dalam bisnis keluarga yang sedang melakukan modernisasi, atau masuk ke sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan dan teknologi bersih. Beberapa di antaranya berencana melakukan ekspansi regional, yang ingin didukung OCBC melalui pembiayaan dan layanan konsultasi.

Sejak 2017, OCBC telah menyalurkan US$1,17 miliar (S$1,5 miliar) kepada lebih dari 1.800 wirausahawan berseri. Bank ini menargetkan untuk lebih dari dua kali lipat jumlah pembiayaan itu dalam tiga tahun ke depan.

Untuk mengidentifikasi klien, OCBC menggunakan analitik data canggih, umpan balik pelanggan, dan algoritme internal guna menemukan pengusaha yang mengelola beberapa bisnis aktif.

Yiu mengatakan bahwa bank mengambil pendekatan menyeluruh, menilai pengalaman, rekam jejak, dan strategi lintas perusahaan para wirausahawan, bukan hanya menilai setiap bisnis secara terpisah.

“Kami secara proaktif menjangkau mereka yang memiliki model bisnis skalabel dan rencana ekspansi, untuk menawarkan solusi pembiayaan yang disesuaikan dan spesifik sektor,” ujarnya dalam jawaban tertulis.

Jaringan regional OCBC juga mendukung pertumbuhan lintas negara di pasar seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Divisi ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk menyediakan modal dan pendampingan yang tumbuh bersama wirausahawan, membantu mereka mengembangkan bisnis secara lokal maupun internasional, kata Yiu.

Follow the link for more news on

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.