, Hong Kong
774 views
Photo courtesy of HSBC.

Gaji melonjak saat bank-bank Hong Kong tengah bersaing dalam merekrut & mempertahankan talenta

Jumlah karyawan HSBC turun menjadi 20.500 hanya dalam dua tahun sebagai bagian dari upaya restrukturisasi.

Bank-bank Hong Kong mengeluarkan uang yang besar untuk menarik, mempertahankan, dan mengembangkan karyawan di tengah-tengah jumlah talenta yang menyusut. Hal ini, ditambah dengan adanya persaingan ketat dari rekan-rekan mereka, yang kemudian mendorong penawaran dan counter offer ke tingkat tertinggi dalam satu dekade, kata agen perekrutan kepada Asian Banking & Finance.

Bank-bank mengalami penurunan jumlah bankir terbesar sejak Asian Banking & Finance mulai mengumpulkan data di 2013. Hanya dalam satu tahun total jumlah karyawan turun sebanyak 9.181 di 17 bank yang termasuk dalam peringkat bank tahunan yang berarti 10,33% lebih rendah dari peringkat sebelumnya.

Hong Kong Shanghai and Banking Corporation (HSBC) memangkas karyawan paling banyak, yaitu sebesar 8.500 karyawan di kantor Hong Kong selama dua tahun terakhir. Ini merupakan jumlah paling signifikan yang pernah dialami HSBC dalam sejarah pemeringkatan Asian Banking & Finance.

Sebelumnya HSBC mengumumkan rencana untuk memangkas 35.000 karyawan di seluruh operasi globalnya sebagai bagian dari restrukturisasi yang diumumkan di Februari 2020.

ALSO READ: HSBC profit after tax rose to $9.2b in H1

Bank of China (Hong Kong) mempertahankan jumlah karyawannya yang berjumlah 12.000 , 400 lebih sedikit di 2021.

Empat bank mempekerjakan lebih banyak bankir dan karyawan sepanjang tahun, dengan tiga bank yang memiliki operasi di luar Hong Kong dan Cina: DBS Bank, Citibank, dan OCBC Wing Hang. DBS Bank (Hong Kong) melaporkan kenaikan terbesar, dengan 452 karyawan baru di 2021.

Citibank mengikuti, dengan 300 karyawan baru. Sebagian besar untuk mendukung bisnis manajemen kekayaan bank yang berkembang, kata juru bicara Citi. 90 orang lainnya pindah untuk bekerja di bisnis Citi Hong Kong dari kota lain.

OCBC Wing Hang juga menambahkan 67 karyawan baru di Hong Kong.

Satu-satunya bank yang berbasis di Hong Kong untuk menumbuhkan karyawan di 2021 adalah Tai Sang Bank, yang sekarang memiliki 36 karyawan, naik dari 30 orang.

Sementara itu, Standard Chartered mempertahankan karyawannya yang berjumlah sekitar 6.000 orang. CIMB Wing Lung Bank dan China Construction Bank juga mempertahankan  karyawan mereka dengan jumlah yang sama dari 2020 dan 2021.

Uang tidak akan menyelesaikan semua masalah

Lebih banyak bankir diperkirakan akan meninggalkan kota di tengah pembatasan perjalanan yang ketat yang membutuhkan setidaknya satu minggu karantina saat memasuki Hong Kong. Ini adalah masalah bagi bank-bank yang menuntut talenta yang sangat dibutuhkan ketika meningkatkan operasi untuk lini bisnis baru.

“[Tidak] ada talenta eksternal atau  karyawan baru yang masuk ke pasar dari luar negeri selama dua tahun terakhir. Itu menciptakan serangkaian tantangan yang berbeda dari apa yang kita lihat di 2020,” kata John Mullally dari Robert Walters untuk Cina Selatan & Hong Kong kepada Asian Banking & Finance.

Lebih banyak bankir mungkin tergoda untuk berganti pekerjaan. Profesional dengan keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan akan mendapat kenaikan gaji hingga 35% ketika mereka berganti perusahaan tahun ini, menurut Rouella Landicho, Associate Director Banking and Financial Services di Randstad Hong Kong.

ALSO READ: Is Hong Kong’s role as offshore financial center under threat?

Posisi senior, seperti direktur, asisten direktur, dan wakil presiden direktur, sangat dicari. “Permintaan talenta ini telah didorong oleh eksodus ekspatriat serta restrukturisasi bisnis yang signifikan dalam industri perbankan karena akuisisi high-profile selama beberapa tahun terakhir,” kata Landicho.

Lanskap perekrutan saat ini di industri perbankan dan keuangan juga telah menyebabkan gaji pokok melonjak antara 4,5% dan 10% untuk mempertahankan karyawan yang ada.

Mullally dari Robert Walters mengamati ada bankir yang sekarang dibayar di persentil teratas meskipun keahlian dan pengalaman mereka tidak sesuai dengan peran yang ditugaskan mereka.

“Perusahaan jasa keuangan tengah membuang uang untuk mendapatkan talenta, dan juga untuk mempertahankan mereka karena tingkat counter offer dan buybacks sekarang adalah yang tertinggi yang pernah saya lihat dalam 10 tahun terakhir,” kata Mullaly.

“Itu hanya menunjukkan tingkat – karena kurangnya istilah yang lebih baik – keputusasaan yang dimiliki pengusaha saat ini karena operasi mereka sangat sedikit dan mereka benar-benar membutuhkan orang-orang ini agar bisnis dapat beroperasi secara efektif," kata dia menambahkan.

ALSO READ: Hong Kong banks face ‘brain drain’ as talents flee amidst strict travel restrictions 

Cara terbaik untuk mempertahankan talenta tidak hanya dengan penambahan gaji, tetapi juga menawarkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik dan bahkan metode kerja secara hybrid, kata Olga Yung, Managing Director di Michael Page.

“Perusahaan yang memiliki kebijakan yang jelas di mana mereka mendukung dan mengizinkan pengaturan kerja jarak jauh atau kerja fleksibel sangat menarik bagi kandidat,” kata Yung.

Perusahaan yang mendukung mobilitas internasional, atau kesempatan untuk bekerja di luar negeri, juga menarik.

“Lebih banyak kandidat yang mempertimbangkan, 'Apakah saya akan tinggal secara permanen di satu lokasi? Atau apakah saya menginginkan opsi untuk pindah ke tempat lain?’ Dengan memiliki opsi ini, walaupun tidak serta merta terwujud, sering kali menarik bagi mereka,” kata Yung.

Kerja hybrid

Sementara bank-bank terbesar di Hong Kong telah kembali bekerja di kantor, banyak yang mengeksplorasi atau memilih untuk mengadopsi lingkungan kerja hybrid.

Standard Chartered Hong Kong telah menyambut hampir 60% karyawannya kembali ke kantor. Tetapi kerja secara hybrid juga masih diperhitungkan, dalam strategi kerja bank  "Future Workplace, Now". “Di bawah strategi ini, karyawan memiliki kebebasan untuk memilih bekerja baik dari rumah atau kantor jika memenuhi persyaratan pekerjaan dan peraturan perusahaan,” kata seorang juru bicara kepada Asian Banking & Finance

ALSO READ: Standard Chartered Hong Kong buys virtual land in metaverse

Hampir 90% karyawan Citi Hong Kong bekerja kembali di kantor pada Mei 2022. Mereka juga telah memberlakukan model kerja fleksibel jangka panjang mereka sendiri, yaitu; “How We Work.”

Di bawah model kerja ini, setiap posisi di Citi akan memiliki pilihan untuk  Hybrid, Remote, atau Resident. Mayoritas dilaporkan akan ditunjuk sebagai pekerja hybrid, dengan harapan bekerja di kantor setidaknya tiga hari per minggu, kata perwakilan Citi.

[Bank Rankings Table To Be Released]

Follow the link for more news on

Bagaimana GCash menyudutkan ekonomi 'sachet' Filipina

Aplikasi ini memiliki lebih dari 66 juta pengguna di negara berpenduduk lebih dari 111 juta.

Mengapa platform hybrid adalah jawaban atas kesulitan yang dialami penasihat digital bank

Nasabah mencari confidence dan clarity dari penasihat keuangan.

Mayank Dutt dari Mastercard: Pengalaman yang bermakna, kesehatan sebagai pilar utama kembalinya perjalanan

Pemegang kartu Mastercard dengan portofolionya yang kaya dapat mengakses program kesehatan saat bepergian.

Personalisasi brand baru yang membentuk perjalanan perbankan digital Citi

Nasabah menginginkan opsi, tetapi itu perlu kurasi, kata Nilesh Kumar dari Citibank.

Pendanaan Fintech melambat karena hype digital yang didorong oleh COVID semakin memudar

Valuasi saham teknologi, baik publik maupun swasta, turun 60%, kata para analis.

Bagaimana superapp mengubah lanskap perbankan digital?

Di masa yang akan datang, one-stop-shop akan menjadi gaya hidup nasabah perbankan.

Fitch: Pasar sukuk Malaysia dan Indonesia akan melambat dalam waktu dekat

Issuance di pasar utama, yang mencakup kedua negara, turun 14,4% di Q3.

CIMB Niaga meningkatkan perannya di tengah tren digital banking melalui Super App OCTO Mobile

OCTO Mobile by CIMB Niaga kini melayani 2,7 juta pengguna dan mengalami peningkatan transaksi tahunan sebesar 130,5%.

Toh Su Mei dari ANEXT Bank bercerita tentang bagaimana menjadi yang terdepan dalam memenuhi kebutuhan UKM

CEO bank digital terbaru Singapura berbicara tentang mengapa bank merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan UKM, dan mengapa bank digital adalah jawabannya.

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.