, Indonesia
253 views

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Home Credit Indonesia telah menyepakati pinjaman terkait environmental, social, corporate governance (ESG) senilai $10 juta dengan Deutsche Bank yang fokus pada target kinerja terkait prinsip-prinsip ESG.

Target kinerja terkait dengan fokus pinjaman terutama pada inklusi keuangan dan literasi. Home Credit bertujuan untuk meningkatkan nasabah pertama dan perempuan, sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia memenuhi target inklusi keuangan digital 90% pada 2024.

READ MORE: Data is the bane and boon of addressing sustainable investment gap

“Pendanaan ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi penduduk Indonesia, terutama yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Selain memberikan layanan yang terjangkau dan transparan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, kami juga akan memberikan inisiatif edukasi di beberapa kota untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah,” kata Director Home Credit Indonesia Volker Giebitz.

Pinjaman terkait ESG mematuhi Prinsip Pinjaman Terkait Keberlanjutan dari Asosiasi Pasar Pinjaman Asia Pasifik yang mendukung kegiatan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan dan sosial, dan target kinerja akan diverifikasi secara independen oleh penasihat pihak ketiga.

Ini menandai pinjaman terkait ESG pertama Home Credit di Indonesia.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.

BofA: Perusahaan ingin pembayaran lintas negara tanpa kerumitan teknologi

Koridor bilateral dinilai menciptakan tantangan baru meski menawarkan solusi.

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Bagaimana tokenisasi mengubah solusi manajemen kas?

HSBC dan Citi memungkinkan transfer dana 24/7 melalui teknologi ini.

Bank-bank Hong Kong kehilangan talenta terbaik akibat proses rekrutmen yang terlalu panjang

Perekrutan naik 2,5% di 15 bank berdasarkan survei tahunan Asian Banking & Finance.