Bagaimana Spenmo membantu pelaku usaha mendapatkan pinjaman langsung

Platform ini juga memudahkan penjual mengatur pengeluaran mereka secara efektif

Melacak biaya operasional seperti faktur, kwitansi, dan gaji karyawan bisa menjadi tugas yang menakutkan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Terlebih lagi, mereka juga harus mendapatkan pinjaman dari bank dan platform pinjaman alternatif lain yang sudah menjadi aktivitas tersendiri terutama  bagi mereka yang baru memulai dan ingin meningkatkan skor kredit mereka.

Membantu arus kas usaha kecil sama juga membantu kebutuhan pembiayaan mereka, kata salah satu pendiri Spenmo, Mohandass Kalaichelvan. Diluncurkan pada tahun 2019, startup yang berbasis di Singapura ini menyediakan kartu korporat kepada UMKM untuk kemudahan melacak pengeluaran, mendapatkan laporan keuangan dan mendigitalisasi pengeluaran, selain memberi mereka koneksi langsung ke pemberi pinjaman di Asia Tenggara.

Spenmo sebelumnya telah menerima dana tujuh digit dari Rocket Internet. Pada tahun 2020, perusahaan ini dipilih oleh akselerator sekaligus penanam saham startup dari Amerika yaitu Y Combinator untuk Summer 2020 Batch-nya, sebesar $ 150.000. Selain itu juga didukung oleh para investor dari Google, Netflix, Go-Jek, StashAway, dan Alibaba.

“Mampu memusatkan data pengeluaran usaha kecil berarti kami dapat memberikan informasi mendalam kepada pemberi pinjaman tentang bagaimana bisnis tersebut membelanjakan uang mereka, dan sebagai metrik tambahan untuk penilaian kredit, oleh karena itu hal tersebut akan mampu untuk meningkatkan bisnis termasuk untuk mendapatkan pinjaman, ”jelasnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Asian Banking & Finance, Kalaichelvan membahas poin-poin penting terkait sektor pinjaman, hal-hal yang harus diinformasikan kepada bisnis untuk mencari platform pinjaman alternatif, bagaimana bisnis dapat membuat diri mereka menarik bagi pemberi pinjaman, dan bagaimana pemberi pinjaman tradisional dan alternatif lainnya dapat bermitra untuk memastikan bahwa mereka mengutamakan kepentingan  klien.

Menurut Anda, perangkap apa yang ada di sektor pinjaman mengingat adanya kejatuhan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi? Bagaimana Anda berencana memecahkan, atau setidaknya memitigasi hal tersebut?

Banyak pelaku UMKM yang semakin mengaburkan batas antara pengeluaran perusahaan dan pribadi. Tanpa alat dan pengetahuan yang tepat, banyak pemilik bisnis menggunakan akun pribadi mereka untuk melakukan transaksi bisnis, dan sebaliknya. Pandemi telah menunjukkan kelemahan terkait metode pengelolaan arus kas. Dengan arus kas yang terfragmentasi dan kacau, bank dan pemberi pinjaman mengalami kesulitan menentukan kelayakan kredit klien. Belum lagi praktik seperti itu tidak menimbulkan kesan positif tentang profesionalisme bisnis. Akibatnya, jika tidak, pelanggan yang layak kredit pun mungkin akan ditolak pengajuan pinjamannya.

Dengan Spenmo, usaha mikro, kecil dan menengah disediakan serangkaian layanan yang terus berkembang yang memungkinkan mereka memusatkan pengeluaran perusahaan, sambil menghemat biaya. Ini memungkinkan penilaian kelayakan kredit perusahaan secara lebih jelas dan lebih mendalam. Visi besar Spenmo adalah menggunakan data pengeluaran perusahaan untuk menginformasikan kelayakan kredit dan menghubungkannya dengan pemberi pinjaman terbaik di wilayah tersebut.

Meskipun ada peningkatan inovasi dan adaptasi teknologi dalam sektor perbankan, bank masih membutuhkan beberapa minggu untuk kembali ke aplikasi. Hal ini telah diungkap lebih lanjut oleh adanya pandemi dengan masuknya aplikasi secara tiba-tiba, berlipat ganda atau bahkan tiga kali lipat waktu proses aplikasinya.

Spenmo berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan meningkatkan kesadaran bisnis akan adanya opsi pembiayaan alternatif yang memiliki waktu penyelesaian yang jauh lebih cepat daripada bank. Selain itu, dengan platform pengeluaran terpusat kami, perusahaan dapat dengan mudah mencerminkan kebiasaan belanja mereka, yang pada gilirannya memungkinkan lembaga keuangan untuk mempercepat proses penilaian kredit tanpa harus mengikuti pencatatan administrasi yang bisa sangat memakan waktu.

Kapan pinjaman dari bank menjadi tidak menguntungkan bagi bisnis? Apakah ada tanda khusus yang dapat memberi tahu mereka bahwa mereka harus mencari tempat lain?

Beberapa hal yang tidak diketahui perusahaan adalah bahwa setiap aplikasi untuk segala jenis kredit bank atau lembaga keuangan lain (kartu kredit, pinjaman pribadi, pinjaman perusahaan) akan mencatat adanya penarikan keras dalam laporan CBS pribadi pemohon dari bank. Penarikan ini muncul pada laporan CBS individu yang kemudian menjadi pertanyaan tersendiri dari bank. Meskipun ketika telah melalui beberapa pertanyaan tetap tidak akan mempengaruhi kredit Anda, beberapa tarikan dari beberapa lembaga mungkin akan mulai berdampak negatif terhadap peringkat kredit Individu.

Dengan demikian, jika perusahaan telah membuat sejumlah aplikasi ke bank untuk pinjaman namun belum berhasil, mungkin hal tersebut adalah hal yang terbaik bagi mereka sendiri untuk menunda dan kemudian membuat mereka lebih banyak mengajukan aplikasi ke bank untuk menilai kembali opsi mana yang lebih tepat. Inilah saat dimana pemberi pinjaman alternatif dapat berperan, ketika aplikasi tidak benar-benar muncul pada laporan CBS mereka, karena sifat dari pemberi pinjaman ini.

Setiap bank memiliki persyaratan minimum sendiri untuk aplikasi pinjaman. Meskipun serupa, ada beberapa yang memiliki ambang batas lebih rendah atau lebih tinggi untuk persyaratan tertentu seperti pada omset tahunan. Dengan demikian, harus dipertimbangkan terlebih dahulu mengingat aplikasi yang dibuat adalah untuk memutuskan apakah perusahaan layak untuk melakukan dan mendapat pinjaman bank di tempat pertama.

Bagaimana bisnis dapat membuat diri mereka menarik bagi pemberi pinjaman, terutama mereka yang baru memulai dan ingin meningkatkan skor kredit mereka?

Cara pertama dan paling dapat terkontrol untuk meningkatkan kelayakan kredit bisnis Anda adalah dengan memastikan bahwa pemegang saham sendiri memiliki kedudukan kredit yang kuat. Alasan di balik ini adalah bahwa akan sulit bagi untuk mempercayai bisnis mampu membayar jika pemilik sendiri tidak dapat membuat komitmen dalam memastikan bahwa keuangan mereka dalam jalur yang tepat. Tidak memiliki riwayat kredit juga bukan pertanda positif. Dengan demikian, hal sederhana yang dapat dilakukan oleh pemilik bisnis yang tidak memiliki hutang adalah dengan memiliki kartu kredit dan memuat sebagian dari pengeluaran bulanan mereka ke dalamnya, dan tentu saja dengan pembayaran yang tepat waktu.

Pertama, pastikan bahwa semua biaya perusahaan dicatat dengan baik. Cara mudah untuk melakukan ini adalah dengan menerapkan kebijakan dalam hal pengeluaran. Perusahaan akan dapat melakukan pra-alokasi dana dengan membuat proyeksi yang akurat. Selain itu, pemilik bisnis harus memastikan bahwa perusahaan dapat melakukan pembayaran untuk pengeluaran bulanan. Spenmo dapat membantu menyelesaikan masalah ini dengan memberikan akuntabilitas dan visibilitas penuh. Ini akan membantu menghindari pencatatan berlebih dari bank karena adanya biaya yang tidak terhitung, yang dapat merusak kelayakan kredit perusahaan Anda.

Pada catatan tersebut, ada dua hal yang harus selalu dipertimbangkan perusahaan ketika mendapatkan pinjaman: kemampuan dan kemauan untuk membayar. Kemampuan perusahaan untuk membayar setara dengan berapa banyak uang yang ada di rekening banknya dan proyeksi bisnisnya di masa depan. Kesediaannya untuk membayar ditentukan oleh apakah mereka akan dapat membayar pinjaman tepat waktu. Ini adalah indikator besar bagi pemberi pinjaman bahwa bisnis tersebut merupakan pelanggan yang layak kredit.

Disebutkan bahwa opsi pembiayaan tradisional dan pembiayaan alternatif tidak selalu saling bertentangan. Dalam hal itu, bagaimana keduanya dapat bekerja bersama untuk memastikan bahwa kepentingan klien dilindungi?

Saat ini, masih ada dikotomi antara pemberi pinjaman alternatif dan bank. Klien yang ditolak oleh bank tidak mengetahui opsi lain yang tersedia untuk mereka, dan kadang-kadang turun, harus menutup atau beralih ke alternatif yang kurang layak.

Salah satu cara untuk menutup celah ini adalah platform gabungan yang menempatkan kekuasaan ke tangan pemilik bisnis dengan menunjukkan dimana bisnis mereka berdiri dan apa pilihan mereka.

Mengenai layanan pengeluaran belanja perusahaan, perbaikan apa yang telah Anda lakukan untuk merespon meningkatnya kebutuhan akan pekerjaan jarak jauh (remote working)?

Teaming adalah fitur yang baru saja kami luncurkan. Fitur tersebut melibatkan manajemen multi-layer dari dana perusahaan sehingga memberikan lebih banyak otonomi kepada alokasi dana untuk karyawan, sambil tetap mempertahankan tingkat visibilitas yang sama pada pengeluaran perusahaan kepada manajemen yang lebih tinggi.

Dengan demikian, karyawan tidak lagi harus meminta persetujuan atau mencari dana langsung dari tim administrasi perusahaan tetapi dapat bekerja dalam tim  untuk memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan dan memanfaatkan dananya. Hal tersebut bekerja dengan baik dalam kerangka sosial saat ini di mana perusahaan secara fisik terfragmentasi.

Follow the link for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.