Citi memperluas tokenisasi dan solusi real-time untuk treasury korporasi
Rangkaian layanan digitalnya dirancang untuk mengoptimalkan posisi kas dan mengurangi hambatan operasional.
Citigroup, Inc. mempercepat langkahnya di bidang tokenisasi dan otomasi, seiring meningkatnya kebutuhan treasury korporasi terhadap akses likuiditas secara real-time serta visibilitas kas global yang lebih menyeluruh.
Rangkaian layanan digital terbaru bank ini ditujukan untuk menghilangkan kendala operasional yang selama ini muncul akibat batas waktu transaksi (cut-off time), hari libur, dan perbedaan zona waktu antarwilayah.
“Ketiadaan visibilitas yang jelas dan real-time terhadap posisi kas di berbagai rekening dan entitas dapat menimbulkan sejumlah tantangan, termasuk kesulitan dalam proyeksi kas, alokasi dana yang tidak efisien, meningkatnya biaya dan risiko operasional, hingga terganggunya pengambilan keputusan strategis,” kata Stephen Randall, Global Head of Liquidity Management Services Citi, kepada Asian Banking & Finance.
Menurut riset Citi pada November 2023, operasi treasury terbaik adalah yang memiliki kemampuan proyeksi kas yang kuat serta kumpulan likuiditas terpusat. Kondisi ini mendorong bank untuk terus berinovasi agar mampu memenuhi kebutuhan nasabah korporasi yang terus berkembang.
“Ada permintaan terhadap volume transaksi yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih banyak,” kata Randall dalam jawaban tertulis. Nasabah juga menginginkan visibilitas yang lebih baik serta proses rekonsiliasi yang lebih sederhana.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Citi meluncurkan sejumlah inisiatif, termasuk Citi Token Services (CTS), Real-Time Funding (RTF), dan 7-Day Sweeps, yang semuanya dirancang untuk mengoptimalkan posisi kas dan mengurangi friksi operasional.
CTS memungkinkan nasabah memindahkan dana lintas negara secara instan tanpa terhambat hari libur atau batas waktu operasional perbankan. “Asia menjadi fokus utama CTS, dengan dua dari empat pasar yang sudah aktif saat ini berada di Asia, yakni Singapura dan Hong Kong,” ujar Randall.
Sementara itu, Real-Time Funding memungkinkan nasabah mentransfer dana antar rekening Citi secara global dalam waktu nyata.
“Sebagai contoh, nasabah mungkin perlu melakukan pembayaran mendesak dari rekening Citi Hong Kong hari ini, sementara dananya berada di rekening Citi London,” jelasnya. “RTF mengotomatisasi transfer real-time antar rekening Citi sehingga pembayaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan bisnis tanpa proses pendanaan manual.”
RTF saat ini telah tersedia di Australia, Hong Kong, dan Inggris, dengan rencana ekspansi ke Singapura, Thailand, Tiongkok, dan Taiwan.
Layanan 7-Day Sweeps milik Citi, yang mengotomatisasi pengelolaan likuiditas selama 24/7, kini tersedia di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand.
“7-Day Sweeps Citi diproses dan dibukukan bahkan pada hari libur, sehingga mengurangi beban rekonsiliasi sekaligus menekan kebutuhan buffer likuiditas berlebih selama akhir pekan maupun libur nasional,” kata Randall.
Ia menambahkan, para treasurer kini semakin beralih dari struktur likuiditas yang statis—yang biasanya ditinjau setahun sekali—ke sistem yang lebih lincah dan responsif terhadap volatilitas arus kas.
“Mereka menginginkan struktur likuiditas yang cukup agile untuk menghadapi fluktuasi arus kas, terutama di tengah ketidakpastian pasar akibat dinamika geopolitik dan perubahan rantai pasok terkait kebijakan tarif.”
Di sisi lain, nasabah juga semakin mengandalkan Citi untuk solusi digital sekaligus dukungan advisory dalam menghadapi risiko suku bunga dan nilai tukar.
Menurut Randall, salah satu manfaat utama otomasi dan digitalisasi adalah akses cepat terhadap data posisi kas global, yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih tepat waktu. Ia menambahkan bahwa Citi Treasury Diagnostics, alat benchmarking global milik bank tersebut, membantu nasabah menilai posisi operasional treasury mereka dibandingkan praktik terbaik di industri.
Citi juga menyediakan antarmuka pemrograman lanjutan seperti Balance Inquiry dan Payment Status, serta dukungan integrasi sistem, guna membantu nasabah mengoptimalkan infrastruktur treasury mereka.
Randall menegaskan, solusi seperti Citi Treasury Diagnostics dapat membantu nasabah melakukan benchmarking terhadap praktik treasury yang ada sekaligus membuka peluang peningkatan lebih lanjut melalui otomasi.
Menurutnya, nasabah perlu memanfaatkan layanan berbasis teknologi dari bank maupun penyedia sistem untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual, merancang proses yang lebih efektif, serta mendorong otomatisasi dan digitalisasi operasional.