, Indonesia
168 views
Photo by Eko Herwantoro via Unsplash.

Bank Negara Indonesia akan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 7% di 2024

UOBKH memangkas perkiraan laba dan NIM bank tersebut.

Net interest margin (NIM) Bank Negara Indonesia (BBNI) akan terbebani oleh persaingan dari likuiditas yang lebih ketat dan diperkirakan tidak adanya pemotongan suku bunga bank sentral pada paruh kedua 2024.

Dalam sebuah laporan, UOB Kay Hian (UOBKH) menurunkan perkiraan pertumbuhan laba bersih bank Indonesia tersebut untuk dua tahun ke depan karena penurunan asumsi NIM.

Meskipun perkiraan lebih rendah, BBNI masih diperkirakan akan mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 7% pada 2024 dan 8,8% pada 2025.

UOBKH mencatat bahwa pertumbuhan kredit bank tersebut meningkat 12,6% secara tahunan (YoY) pada bulan Mei, dibandingkan dengan pertumbuhan kredit satu digit di 2023.

Bank digital Hibank, yang berfokus pada UKM dan merupakan bagian dari BBNI, juga mencatat pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 76% di April.

Net interest margin meningkat sebesar 14 basis poin (bp) dalam lima bulan pertama 2024, dibandingkan dengan periode Q1, menurut UOBKH.

Namun, biaya dana (CoF) tetap tinggi di angka 3,1% dalam lima bulan pertama 2024.

“Kami memperkirakan CoF akan tetap tinggi karena persaingan ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga dari penerbitan obligasi pemerintah yang tinggi, Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SBRI), dan Surat Berharga Valas Bank Indonesia (SVBI),” kata Pakpahan.

Pakpahan melihat adanya “tren yang menggembirakan” pada pertumbuhan suplai uang (M2), yang meningkat menjadi 7,6% YoY pada Mei 2024, dari pertumbuhan 3-4% pada Q4 2023.

 

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.