Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan
Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.
Standard Chartered Bank (Singapore) Ltd. membentuk laboratorium kecerdasan buatan (AI) bersama Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) untuk menguji berbagai aplikasi di bidang wealth management dan pengendalian penipuan, seiring bank-bank beralih dari tahap uji coba menuju penerapan komersial.
“Kemitraan ini berfokus pada kasus penggunaan terapan yang dapat secara nyata meningkatkan pengalaman klien dan efektivitas operasional,” kata Alvaro Garrido, chief operating officer bidang teknologi dan operasi di Standard Chartered Bank (Singapore), kepada Asian Banking & Finance.
“AI for Banking Innovation Lab” ini akan mengeksplorasi bagaimana AI dapat mendukung relationship manager dan memperkuat kontrol risiko, termasuk deteksi penipuan.
“Melalui kemitraan ini, kami mengeksplorasi berbagai kapabilitas AI sekaligus memastikan bahwa kapabilitas tersebut dapat dijelaskan (explainable), aman, dan selaras dengan ekspektasi regulator,” ujar Garrido dalam jawaban tertulis melalui email.
Standard Chartered dan A*STAR telah mengalokasikan dana sebesar $11,7 juta (S$15 juta) untuk laboratorium ini, dengan dukungan tambahan dari Economic Development Board dan National Research Foundation. Besaran kontribusi masing-masing pihak tidak diungkapkan.
A*STAR akan menugaskan sekitar 10 peneliti untuk bekerja sama dengan tim bank, dengan fokus pada penerapan praktis, bukan riset tahap awal.
Kerja sama ini akan berpusat pada pengembangan alat bantu bagi para bankir untuk mengelola portofolio klien, meningkatkan layanan, serta mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih dini.
“Ini mencakup eksplorasi potensi frontier models, identifikasi peluang untuk mempercepat komputasi berbasis CPU (central processing unit) dengan infrastruktur GPU (graphical processing unit), serta algoritma-algoritma baru yang meningkatkan pengalaman klien secara keseluruhan,” kata Garrido.
Ia menambahkan bahwa bidang yang tengah dikaji mencakup perangkat berbasis suara, sistem rekomendasi, dan deteksi intensi untuk mendukung interaksi dengan klien.
“Penekanannya ada pada eksperimen dan validasi untuk memanfaatkan AI guna meningkatkan pengambilan keputusan, menyederhanakan analisis, dan memungkinkan percakapan dengan klien yang lebih terinformasi,” ujarnya.
Program tiga tahun ini melanjutkan kerja sama sebelumnya antara kedua organisasi melalui SC Ventures, unit investasi bank tersebut, yang sebelumnya mengkaji penggunaan large language model dalam bidang kekayaan intelektual.
Sebuah tim riset pusat bersama unit AI milik SC Ventures akan mengawasi pengembangan program ini dan memastikan keselarasan proyek dengan kebutuhan bisnis, kata Garrido.
Riset awal berfokus pada aspek keadilan (fairness) dalam large language model dan explainable AI. Garrido mengatakan penerapan di masa depan akan bergantung pada peningkatan efisiensi dan hasil bagi klien, sembari tetap menjaga pengawasan manusia dan akuntabilitas yang jelas.