, APAC
824 views
Christian Stolcke (Photo courtesy of Bank of America)

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

Manajer relasi (relationship managers) dan private banker kini mengemban peran advisory yang lebih luas, seiring klien mencari arahan terkait pergeseran jalur perdagangan, risiko geopolitik, dan pengelolaan likuiditas, ungkap seorang eksekutif Bank of America Corp. (BofA).

"Klien saat ini mengharapkan kami menghubungkan berbagai titik lintas produk, pasar, dan platform — memberikan wawasan yang berorientasi ke depan mengenai tren makro, valuta asing (FX), dan likuiditas, sekaligus membantu menerjemahkan kompleksitas menjadi strategi treasury yang dapat langsung ditindaklanjuti," ujar Christian Stolcke, Head of Financial Institutions and Governments di unit Global Payments Solutions BofA, kepada Asian Banking & Finance.

Ia menuturkan, fungsi treasury kini menjadi semakin sentral dalam pengambilan keputusan korporat, seiring klien mengutamakan ketahanan (resilience) di atas efisiensi semata dalam aktivitas perdagangan, investasi, dan pengelolaan likuiditas.

"Ketika treasury sendiri bertransformasi dari fungsi back office menjadi agenda strategis di level dewan direksi, relationship manager pun semakin sering berperan sebagai penasihat — mencakup ketahanan, efisiensi modal, hingga transformasi bisnis," tulisnya dalam jawaban tertulis melalui email.

Klien juga tengah menata ulang strategi pendanaan dan likuiditas mereka, seiring arus lintas batas yang kian bergeser ke jalur-jalur regional, bukan lagi jalur global semata, kata Stolcke.

"Klien semakin sering mendiversifikasi pihak lawan (counterparties) dan sumber pendanaan untuk mengurangi risiko konsentrasi," ujarnya. "Likuiditas kini disimpan lebih dekat dengan pasar domestik masing-masing."

Tren ini berjalan beriringan dengan perubahan regulasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan aset digital — yang di satu sisi memperluas pilihan pembayaran, namun di sisi lain turut memperbesar fragmentasi di seluruh sistem keuangan.

BofA menyebut kliennya kini fokus pada manajemen treasury secara real-time, otomasi alur kerja, serta perangkat yang membantu mengelola likuiditas lintas mata uang.

Bank ini juga melihat peluang pertumbuhan pada pembayaran real-time, uang digital, digitalisasi perdagangan, dan pembiayaan rantai pasok. Menurut Stolcke, kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi fokus utama seiring meningkatnya arus modal dan investasi regional.

Singapura berperan sebagai hub likuiditas dan treasury regional BofA, dan kini kian banyak dimanfaatkan klien sebagai basis aktivitas manajemen kas dan risiko, tegasnya.

"Bagi kami, Singapura bukan sekadar booking center," ujar Stolcke. "Singapura adalah platform strategis untuk pertumbuhan, inovasi, dan keterlibatan klien di seluruh Asia-Pasifik."

Ia menambahkan, periode ketidakpastian justru meningkatkan daya tarik Singapura — klien menyimpan lebih banyak dana di negara-kota ini sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko mereka.

Stolcke menyebut BofA telah menghadirkan perangkat pembayaran berbasis AI seperti CashPro dan i-Receivables untuk meningkatkan efisiensi pembayaran domestik maupun lintas batas.

Follow the link for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.