, APAC
758 views

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Klien wealth advisory semakin memprioritaskan keamanan finansial masa pensiun, biaya kesehatan, dan pengalihan kekayaan dibandingkan pemilihan produk investasi, seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat di Asia, menurut Million Dollar Round Table (MDRT).

“Alih-alih bertanya produk apa yang harus dibeli, mereka ingin tahu berapa jumlah yang cukup untuk hidup yang lebih panjang, bagaimana mengelola risiko kesehatan dan usia lanjut, bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan dengan perlindungan, serta bagaimana mewariskan kekayaan dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai mereka,” kata CEO Million Dollar Round Table, Stephen P. Stahr, kepada Asian Banking & Finance.

Ia mengatakan klien kini mengharapkan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh, mencakup perlindungan, masa pensiun, arus kas, perencanaan warisan, dan suksesi bisnis. Mereka juga menginginkan layanan yang lebih cepat serta akses ke penasihat yang lebih konsisten, terutama pada saat kondisi darurat.

“Orang-orang hidup lebih lama, yang berarti mereka membutuhkan aset yang dapat menopang gaya hidup yang diharapkan selama masa pensiun,” ujar Stahr dalam jawaban tertulis melalui email.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan advisory di seluruh Asia kini semakin mengukur kualitas nasihat dan layanan klien, alih-alih hanya berfokus pada volume penjualan. Ia menambahkan bahwa regulasi yang semakin ketat di kawasan ini turut mengubah praktik advisory.

“Seiring regulator di kawasan ini menaikkan standar terkait perilaku penasihat, keterbukaan informasi, dan kesesuaian produk, perusahaan-perusahaan terkemuka membangun tata kelola, pelatihan, dan pengawasan yang lebih kuat untuk menjaga kepercayaan klien dan menegakkan akuntabilitas,” kata Stahr.

Saluran distribusi juga telah berkembang melampaui penasihat tradisional, mencakup bank, perusahaan independen, hingga model digital hibrida.

Meski penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat digital semakin meluas, Stahr mengatakan klien tetap lebih memilih penasihat manusia untuk pengambilan keputusan keuangan.

Million Dollar Round Table, asosiasi global penasihat keuangan dan profesional asuransi, menemukan bahwa 63% konsumen Singapura lebih memilih berbicara dengan penasihat untuk mendapatkan rekomendasi perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan, berdasarkan survei yang dilakukan pada April 2025.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 53% konsumen Singapura mengandalkan penasihat untuk informasi dan keputusan keuangan. Stahr mengatakan penasihat yang akan berhasil adalah mereka yang memadukan keahlian teknis dengan kemampuan komunikasi dan manajemen relasi yang kuat.

“Ini berarti memiliki fondasi perencanaan keuangan yang kokoh, pengetahuan yang komprehensif atas produk dan solusi di bidang perlindungan, masa pensiun, dan pengalihan kekayaan, serta kemampuan memberikan nasihat yang sesuai dengan regulasi,” ujarnya.

Million Dollar Round Table juga mengoperasikan ChatMDRT, asisten AI yang memberikan akses bagi para anggotanya ke berbagai sumber daya dalam lebih dari 150 bahasa.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.