, Indonesia
1099 views

Bank Mandiri membantu nasabah pantau emisi karbon pribadi

Bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset itu ingin mendorong masyarakat menjadi pelopor keberlanjutan.

Bank Mandiri kini memungkinkan pengguna superapp Livin’ by Mandiri untuk menghitung jejak karbon dari aktivitas sehari-hari, seperti penggunaan listrik dan transportasi. Langkah ini dilakukan seiring dengan dorongan global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Fitur “Livin’ Planet” dalam aplikasi ini juga memberikan rekomendasi cara praktis untuk mengimbangi dampak lingkungan, seperti melalui program penanaman pohon.

“Melalui fitur ini, nasabah dapat secara mandiri mengukur dan memahami dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan,” kata Darmawan Junaidi, Presiden Direktur Bank Mandiri, dalam pernyataan resminya.

Nasabah dapat berpartisipasi dalam program penanaman pohon yang dijalankan oleh Bank Mandiri di mana bank tersebut bekerja sama dengan Jejakin, mitra konservasi mereka. Dana untuk program ini berasal dari kontribusi pengguna aplikasi.

“Melalui aplikasi ini, nasabah bisa mengakses laporan yang memungkinkan mereka untuk memantau kontribusi mereka dalam program pelestarian lingkungan, sehingga keterlibatan mereka menjadi lebih transparan,” tambah Darmawan.

Darmawan menambahkan Bank Mandiri turut berperan sebagai penasihat ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) bagi nasabah yang ingin bertransisi menuju ekonomi rendah karbon. Salah satu caranya adalah melalui fitur Livin’ Planet, serta melalui pembiayaan program berbasis iklim seperti proyek konservasi dan energi terbarukan.

Hingga September 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan $17,7 miliar (Rp285 triliun) dalam bentuk pembiayaan berkelanjutan, dengan pendanaan hijau yang terus meningkat, ujar Darmawan.

Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia dan ekosistem mangrove terluas mencapai lebih dari 3,36 juta hektare, Indonesia menjadi fokus utama dalam upaya global pengurangan emisi karbon.

Faktor ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi solusi berbasis alam terbesar kedua di dunia, dengan kapasitas menyerap hingga 1,5 Gigaton (Gt) karbon dioksida per tahun.

Bank Mandiri berkomitmen mendukung peran strategis Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. “Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra transformasi bagi nasabah dalam transisi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,” kata Darmawan.

“Impian besar kami adalah menjadikan nasabah sebagai ‘champion’ keberlanjutan, yang dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sekaligus memperoleh keunggulan kompetitif.”

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.