, Indonesia
2374 views

BNI percepat proses approval seiring penerapan trade platform yang terpusat

Prosesnya kini selesai kurang dari 24 jam.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menambah nasabah hingga 25% dan meningkatkan jumlah pengguna sebesar 10% setelah mensentralisasi operasi trade-nya, menurut hasil yang dirilis bulan ini.

Sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu kurang dari 24 jam, kata bank asal Indonesia ini, yang memangkas waktu penyelesaian dan mempercepat pemrosesan transaksi di seluruh jaringannya.

"Integrasi real-time dengan sistem core banking kami memungkinkan BNI memproses dokumen dengan lebih cepat dan akurat," ujar I G W Anantayoga, General Manager Wholesale Product Transaction and Value Chain Division BNI, kepada Asian Banking & Finance dalam jawaban tertulis melalui email atas pertanyaan yang diajukan.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu satu hari. Otomatisasi telah mengurangi beban pemrosesan di berbagai tahapan, mulai dari penyiapan data nasabah, pemeriksaan dokumen, hingga alur kerja persetujuan, katanya.

Transaksi-transaksi tertentu ditangani berdasarkan perjanjian tingkat layanan (service level agreement) kurang dari tiga jam. BNI mengatakan peningkatan ini didorong oleh konsolidasi proses operasional, pemeriksaan kepatuhan otomatis, serta perluasan penggunaan straight-through processing.

Perubahan ini mengurangi penanganan manual dan mempersingkat linimasa persetujuan, mulai dari penyiapan data nasabah hingga penyelesaian transaksi (settlement).

Peningkatan ini turut mendukung pertumbuhan transaksi digital di lebih dari 160 cabang, yang melayani lebih dari 2.645 nasabah di seluruh Indonesia, kata bank tersebut.

Anantayoga mengatakan integrasi real-time dengan sistem core banking bank tersebut telah mengubah pemrosesan harian. Satu platform tunggal kini memberikan visibilitas yang terkonsolidasi atas aktivitas domestik maupun luar negeri, menggantikan berbagai sistem lama (legacy).

Hasil ini menyusul langkah konsolidasi operasi domestik dan internasional BNI yang dimulai sejak 2025.
Dalam program tersebut, bank ini tengah memigrasikan sembilan kantor luar negerinya ke satu instance pemrosesan terpusat di Jakarta, yang memungkinkan pemrosesan di tingkat grup sekaligus tetap memenuhi ketentuan regulasi setempat.

Bank-bank di Asia disebut semakin meningkatkan investasi pada platform trade seiring meningkatnya volume transaksi dan tuntutan operasional, menurut sejumlah eksekutif industri.

Andrew Bateman, Executive Vice-President for Lending di perusahaan perangkat lunak keuangan asal London, Finastra, mengatakan sistem terpusat kini menjadi kian krusial dalam mengelola kepatuhan dan efisiensi pemrosesan.

"Platform terpusat menyederhanakan kepatuhan, meningkatkan straight-through processing, dan memosisikan bank agar mampu berinovasi lebih cepat dalam pengembangan produk di seluruh wilayah operasional mereka," katanya melalui email.

Indonesian banks' strong profits hide widening lending gap

Terdapat pula jurang antara pertumbuhan pinjaman bank yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan bunga yang rendah.

BTN perluas bisnis melampaui KPR ke ranah perbankan ritel

Wealth management menjadi bagian kunci dari transformasi ini.

Maybank Indonesia beralih ke strategi kredit yang lebih selektif

Bank yang tercatat di bursa ini ingin memastikan pertumbuhan tetap disiplin dan tangguh.

Bank dan perusahaan asuransi ubah strategi aplikasi demi menjawab kebutuhan nyata pengguna

OCBC, Astra Life, BTN, dan ACA kini lebih menekankan kegunaan dan relevansi dibanding ambisi menjadi super app.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Nasabah wealth beralih ke private market demi imbal hasil lebih tinggi

Perusahaan teknologi AS menjadi pendorong utama minat investasi, kata firma wealth digital StashAway.

CEO ZA Bank pertegas fokus pada wealth management dan aset digital

Bank digital ini berencana meluncurkan layanan perdagangan saham Hong Kong pada akhir tahun.

Hong Kong longgarkan aturan berbagi informasi untuk berantas fraud perbankan

Perubahan aturan ini memungkinkan bank berbagi data lebih luas tanpa khawatir risiko hukum.

GXS Bank perluas pembiayaan UMKM setelah akuisisi Validus

Bank digital ini juga membidik merchant Grab dan pelanggan Singtel untuk ekspansi pembiayaan.