, Indonesia
2402 views

BNI percepat proses approval seiring penerapan trade platform yang terpusat

Prosesnya kini selesai kurang dari 24 jam.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menambah nasabah hingga 25% dan meningkatkan jumlah pengguna sebesar 10% setelah mensentralisasi operasi trade-nya, menurut hasil yang dirilis bulan ini.

Sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu kurang dari 24 jam, kata bank asal Indonesia ini, yang memangkas waktu penyelesaian dan mempercepat pemrosesan transaksi di seluruh jaringannya.

"Integrasi real-time dengan sistem core banking kami memungkinkan BNI memproses dokumen dengan lebih cepat dan akurat," ujar I G W Anantayoga, General Manager Wholesale Product Transaction and Value Chain Division BNI, kepada Asian Banking & Finance dalam jawaban tertulis melalui email atas pertanyaan yang diajukan.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu satu hari. Otomatisasi telah mengurangi beban pemrosesan di berbagai tahapan, mulai dari penyiapan data nasabah, pemeriksaan dokumen, hingga alur kerja persetujuan, katanya.

Transaksi-transaksi tertentu ditangani berdasarkan perjanjian tingkat layanan (service level agreement) kurang dari tiga jam. BNI mengatakan peningkatan ini didorong oleh konsolidasi proses operasional, pemeriksaan kepatuhan otomatis, serta perluasan penggunaan straight-through processing.

Perubahan ini mengurangi penanganan manual dan mempersingkat linimasa persetujuan, mulai dari penyiapan data nasabah hingga penyelesaian transaksi (settlement).

Peningkatan ini turut mendukung pertumbuhan transaksi digital di lebih dari 160 cabang, yang melayani lebih dari 2.645 nasabah di seluruh Indonesia, kata bank tersebut.

Anantayoga mengatakan integrasi real-time dengan sistem core banking bank tersebut telah mengubah pemrosesan harian. Satu platform tunggal kini memberikan visibilitas yang terkonsolidasi atas aktivitas domestik maupun luar negeri, menggantikan berbagai sistem lama (legacy).

Hasil ini menyusul langkah konsolidasi operasi domestik dan internasional BNI yang dimulai sejak 2025.
Dalam program tersebut, bank ini tengah memigrasikan sembilan kantor luar negerinya ke satu instance pemrosesan terpusat di Jakarta, yang memungkinkan pemrosesan di tingkat grup sekaligus tetap memenuhi ketentuan regulasi setempat.

Bank-bank di Asia disebut semakin meningkatkan investasi pada platform trade seiring meningkatnya volume transaksi dan tuntutan operasional, menurut sejumlah eksekutif industri.

Andrew Bateman, Executive Vice-President for Lending di perusahaan perangkat lunak keuangan asal London, Finastra, mengatakan sistem terpusat kini menjadi kian krusial dalam mengelola kepatuhan dan efisiensi pemrosesan.

"Platform terpusat menyederhanakan kepatuhan, meningkatkan straight-through processing, dan memosisikan bank agar mampu berinovasi lebih cepat dalam pengembangan produk di seluruh wilayah operasional mereka," katanya melalui email.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.