Apakah fintech perlu komunikasi pemasaran yang lebih baik?

Singapura sendiri memiliki ratusan fintech dengan persaingan yang ketat.

Perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) telah mengambil alih sektor pembayaran, membuktikan diri mereka mampu bersaing secara langsung dengan bank-bank yang sudah ada, menawarkan cara-cara baru untuk mengakses dan menggunakan uang  melalui cara-cara non-fisik. Pandemi coronavirus yang sedang berlangsung semakin mendorong pergeseran ke pembayaran tanpa kontak di Asia Pasifik karena konsumen melihatnya sebagai cara yang lebih "higienis" dalam membayar. Sektor fintech lainnya saat ini juga semakin meningkatkan penawaran mereka.

Meskipun popularitas mereka meningkat, fintech menghadapi persaingan yang semakin ketat karena semakin banyak perusahaan fintech muncul setiap tahun. Singapura sendiri sekarang memiliki sekitar 500 perusahaan fintech, dimana Singapura saat ini telah dianggap sebagai ‘rumah’ bagi fintech, dan akan lebih banyak lagi kemungkinan yang akan muncul di tahun-tahun mendatang. Bank-bank tradisional juga tidak ingin ketinggalan, dan telah meluncurkan layanan perbankan online dan bahkan bank digital mereka sendiri.

Terkait hal tersebut, Asian Banking & Finance berbicara dengan para pelaku fintech dan perusahaan pemasaran untuk mempelajari bagaimana fintech dapat lebih meningkatkan komunikasi dan strategi pemasaran mereka di tengah persaingan yang lebih ketat.

Caecilia Chu, CEO dan Co-founder YouTrip

Fintechs dapat meningkatkan komunikasi pemasaran mereka dengan mengalihkan fokus mereka ke arah personalisasi daripada mengadopsi strategi satu ukuran untuk semua seperti bank tradisional. Strategi komunikasi pemasaran yang baik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan menghilangkan hambatan dalam akuisisi pelanggan. Ini sangat berharga bagi YouTrip selama peluncuran awal kami di mana kami dapat mengumpulkan daya tarik yang kuat untuk menjadi yang teratas di peringkat unduhan dan secara konsisten hingga hari ini.

Meskipun kami tidak memiliki kehadiran fisik seperti bank tradisional, kami menjaga sentuhan pribadi dengan pengguna kami dengan menyesuaikan komunikasi kami ke berbagai segmen pengguna. YouTrip melayani berbagai kebutuhan gaya hidup pengguna kami melalui program tematik seperti fitness for travel dan travel fashion. Ini tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi pengguna kami untuk terhubung dengan kami, tetapi juga menciptakan poin pembicaraan yang bagus bagi pengguna kami untuk terus menyebarkan berita tentang YouTrip!

X.Y. Ng, VP Brand & Digital Validus Capital

Fintech dengan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan pasar yang besar atau dengan basis yang luas seringkali merupakan penjualan yang lebih mudah daripada yang lebih ‘deep tech' atau dengan teknologi yang hanya mampu mengolah data kecil. Begitu juga komunikasi pemasaran yang efektif lebih dapat memaksimalkan manfaat teknologi untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas yang merupakan tantangan besar bagi setiap layanan keuangan. Dalam mengembangkan komunikasi pemasaran yang lebih baik, kuncinya adalah mengubah fitur produk menjadi proposisi nilai yang difokuskan pada pengguna atau segmen yang menjadi target untuk lebih terjalin komunikasi yang humanis, terutama ketika mengedukasi pasar. Di Validus, bisnis kami menghubungkan pemilik usaha kecil dengan investor untuk pembiayaan pertumbuhan usaha dan menggunakan kisah-kisah UKM kami untuk mengedukasi serta melibatkan para pemangku kepentingan kami. Hal tersebut memungkinkan kami untuk membangun merek yang kuat dan menjadi platform pembiayaan UKM terbesar di Singapura .

Eric Chan, Co-founder dan Managing Director PR Communications

Dalam industri yang sedang berkembang dan baru ini, sangat penting untuk tetap unggul dan di sinilah komunikasi pemasaran dapat membantu mereka memiliki keunggulan dalam menjalani persaingan. Kekuatan komunikasi pemasaran, seperti hubungan masyarakat (PR/Public Relation), terletak pada membangun kesadaran merek dan reputasi perusahaan, serta menjangkau pelanggan sesuai dengan keinginan mereka. Komunikasi pemasaran dapat membantu Anda melonggarkan keuangan Anda, karena media yang diperoleh dan efek dari ‘membangun kepercayaan'.

Jacob Puthenparambil, Partner Redhill

Komunikasi pemasaran sangat penting bagi perusahaan fintech. Sebagian besar kesuksesan perusahaan tergantung pada kemampuannya untuk secara meyakinkan mengkomunikasikan bagaimana mereka memecahkan masalah bisnis dan sosial. Dengan demikian, fintech dapat berarti hal yang berbeda bagi orang yang berbeda. Dari pengalaman kami bekerja di sektor ini, kami telah menemukan bahwa komunikasi pemasaran yang mampu menjelaskan bagaimana produk fintech membuat hidup lebih mudah bagi konsumen dan meningkatkan bottom line bisnis adalah bentuk kesiapan terbaik bagi bisnis untuk menonjol. Tak perlu dikatakan, memiliki pemahaman yang jelas tentang audiens, memiliki platform keterlibatan pilihan konsumen dan membangun strategi digital yang sesuai dengan keinginan konsumen harus berjalan seiring.

Follow the link for more news on

UNO Digital Bank menargetkan menjadi bank virtual terdepan di Filipina

CEO Manish Bhai mengatakan mereka ingin menjadi yang pertama dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Filipina.

DBS Hong Kong pamerkan seragam baru untuk merepresentasikan cabang yang lebih hijau

Bank membuat pernyataan tentang masa depan bukan melalui produk baru, tetapi dengan seragam.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Investasi fintech Indonesia mencapai rekor tertinggi di semester pertama

Payment gateway Xendit mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri D untuk membantu menaikkan angka.

Thailand mengejar ketertinggalan keuangan hijau global

Bank menyerukan legislator untuk mengenakan pajak karbon dan tujuan taksonomi bersama.

DBS menunjuk Lim Chu Chong sebagai presiden direktur DBS Indonesia

Lim saat ini menjabat sebagai COO Institutional Banking Group DBS.

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Data adalah kutukan sekaligus anugerah dalam upaya mengatasi kesenjangan investasi yang berkelanjutan

Menggunakan alat ini dengan cara yang benar adalah kunci untuk mendorong dan memenuhi tujuan ESG, kata Sisca Margaretta dari Experian.

LINE Bank Indonesia meluncurkan dua pinjaman digital baru

Pinjaman ini memiliki opsi pembayaran yang fleksibel.